Bagikan:

JAKARTA - Grammy Awards 2026 yang berlangsung meriah baru saja usai, namun terdapat cerita pahit yang harus dihadapi sejumlah bintang papan atas.

Beberapa nama yang begitu banyak dibicarakan tahun lalu, seperti Rosé, Sabrina Carpenter, hingga Sabrina Carpenter, justru harus pulang dengan tangan hampa.

Seperti diketahui, sebelumnya Rosé digadang-gadang menjadi artis K-pop pertama yang meraih piala Grammy, setelah sukses besar lewat lagu kolaborasinya dengan Bruno Mars, “APT.”.

Namun dari tiga nominasi yang didapat, termasuk dua kategori utama Song of the Year dan Record of the Year, member Blackpink itu harus mengakui keunggulan artis lain.

Sorotan tajam juga tertuju pada Sabrina Carpenter. Pelantun “Manchild” itu datang dengan modal enam nominasi.

Banyak pengamat memprediksi Carpenter akan berjaya menyusul kesuksesan masif album “Man’s Best Friend” sepanjang tahun lalu. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain; ia gagal mengkonversi satu pun nominasi menjadi piala gramofon emas.

Kekalahan Carpenter semakin terasa menyesakkan setelah kategori Best Pop Solo Performance secara mengejutkan dimenangkan oleh penyanyi asal Inggris, Lola Young. Padahal, kategori tersebut dihuni oleh "monster" industri seperti Lady Gaga, Chappell Roan, hingga Justin Bieber.

Meski tampil memukau dengan aksi panggung bertema bagasi bandara yang kolosal, Carpenter harus menerima kenyataan pahit di kursi undangan.

Nasib serupa dialami oleh Justin Bieber. Meski bertransformasi lewat album “Swag” yang lebih lo-fi dan mendapat pujian kritikus, Bieber gagal memutus tren negatifnya di Grammy.

Dari total empat nominasi tahun ini, tidak ada satu pun yang berhasil ia menangkan. Catatan sejarahnya di Grammy pun kian ironis; ia mengoleksi 27 nominasi sepanjang karier, namun hanya mampu membawa pulang dua trofi.

Kontras dengan kegagalan tiga bintang pop tersebut, Bad Bunny justru mencetak sejarah baru. Lewat album “Debí Tirar Más Fotos”, ia menjadi musisi pertama yang memenangkan kategori bergengsi Album of the Year dengan rekaman berbahasa Spanyol.

Kemenangan ini mematahkan dominasi musisi Amerika Serikat dan Inggris di kategori utama, sekaligus membuktikan bahwa musik Latin kini memiliki posisi tawar yang setara.