Bagikan:

JAKARTA - Laufey resmi memperpanjang kerja sama penerbitan karya musiknya dengan Warner Chappell Music (WCM). Pengumuman ini mempertegas posisi Laufey sebagai figur sentral dalam kebangkitan musik jazz pop di kancah internasional, terutama setelah dirinya mencetak sejarah sebagai pemenang Grammy termuda untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album.

Sejak pertama kali bergabung dengan WCM pada Agustus 2023, karier musisi lulusan Berklee College of Music itu melesat tajam dengan raihan miliaran stream di platform musik digital serta berbagai penghargaan prestisius yang mengukuhkan pengaruh budayanya di era modern.

Menanggapi kelanjutan kemitraan ini, Laufey mengungkap antusiasmenya untuk terus berkolaborasi dengan tim Warner Chappell.

"Saya sangat bersemangat untuk melanjutkan bisnis dengan orang-orang hebat dan berpikiran maju di Warner Chappell. Terima kasih kepada Gabz, Guy, Carianne, Ryan, dan David atas kepercayaan dan kemitraan mereka," ujar Laufey, mengutip keterangan unggahan WCM, Kamis, 9 April.

Lewat kerja sama ini, Laufey diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan karya-karyanya ke pasar global yang lebih luas.

Pihak Warner Chappell Music sendiri melihat Laufey sebagai talenta generasi yang langka dengan kemampuan menulis lagu yang visioner. Ryan Press, Presiden WCM Amerika Utara, menyatakan kebanggaannya dalam mendukung perjalanan karier sang artis.

"Laufey adalah talenta generasi dengan bakat menulis lagu yang terasa abadi sekaligus sepenuhnya baru. Sebagai seorang visioner dengan suaranya yang khas, dia terus mendobrak batasan dan membawa perspektif segar ke dalam segala hal yang ia ciptakan. Kami bangga terus mendukungnya di titik menarik dalam kariernya ini saat ia semakin mendefinisikan warisan globalnya," kata Press.

Langkah strategis ini juga dibarengi dengan rencana perilisan edisi deluxe album “A Matter of Time: The Final Hour” pada 10 April mendatang, yang mencakup empat lagu baru.

Adapun keberhasilan Laufey tidak lepas dari produktivitasnya yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Setelah kesuksesan album “Bewitched” pada 2024, ia merilis album ketiganya, “A Matter of Time”, pada Agustus 2025, yang langsung menduduki posisi puncak di tangga lagu Billboard Jazz.

Puncaknya pada Februari tahun ini, Laufey membawa pulang trofi Grammy keduanya, mengungguli deretan musisi besar seperti Lady Gaga hingga Barbra Streisand.

Saat ini, musisi yang mahir memainkan cello itu tengah menjalani tur dunia yang terjual habis di 22 negara—membuktikan bahwa daya tarik musiknya melintasi batas geografis dan generasi.

Tak hanya di bidang musik, Laufey juga melebarkan sayap ke dunia literasi melalui buku anak-anak perdananya, “Mei Mei The Bunny”, yang dijadwalkan terbit pada 21 April melalui Penguin Random House.

Dengan total lebih dari 8 miliar pemutaran global dan basis penggemar media sosial mencapai 25 juta orang, Laufey kini bukan sekadar musisi, melainkan ikon budaya yang terus mendefinisikan ulang makna dampak artistik di panggung dunia.