JAKARTA - Pepsi secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri sebagai sponsor utama Wireless Festival. Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang protes publik yang mengecam keputusan pihak penyelenggara untuk menjadikan Kanye West—yang akrab disapa Ye—sebagai headliner dalam acara musik bergengsi tersebut.
Keputusan Pepsi mengakhiri kemitraan panjang yang telah terjalin sejak 2015, di mana festival tersebut sebelumnya dicitrakan dengan tajuk “Pepsi MAX presents Wireless”.
“Pepsi telah memutuskan untuk menarik sponsornya dari Wireless Festival,” tegas perwakilan perusahaan, dikutip NME, Senin, 6 April.
Kontroversi bermula ketika Wireless Festival mengumumkan Ye akan memimpin festival selama tiga malam berturut-turut di Finsbury Park, London, pada Juli mendatang.
Namun, rekam jejak Ye yang kerap melontarkan pernyataan antisemit dan pujian terhadap Nazisme memicu kemarahan tokoh politik hingga organisasi kemanusiaan. Perdana menteri Inggris, Sir Keir Starmer, juga turut memberikan pernyataan tajam mengenai situasi ini.
BACA JUGA:
“Sangat memprihatinkan bahwa Kanye West telah dipesan untuk tampil di Wireless meskipun ada pernyataan antisemit sebelumnya dan perayaan terhadap Nazisme yang ia lakukan,” ujar Sir Keir Starmer.
Senada dengan Starmer, Walikota London Sadiq Khan juga menyatakan keberatannya. Ia menilai kehadiran Ye tidak sejalan dengan semangat keberagaman yang dijunjung tinggi oleh warga London.
Kecaman serupa datang dari kelompok-kelompok seperti Jewish Leadership Council dan Campaign Against Anti-Semitism yang menilai pemberian panggung bagi Ye adalah bentuk normalisasi terhadap kebencian.
Reputasi Ye memang hancur berantakan sejak tahun 2022 setelah serangkaian unggahan ofensif di media sosial. Akibatnya, ia didepak oleh agensi bakat, label rekaman, hingga merek fesyen raksasa seperti Adidas dan Balenciaga.
Meski sempat meminta maaf dalam beberapa kesempatan—termasuk melalui iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal—tindakannya yang tidak konsisten membuat publik meragukan ketulusannya.