Bagikan:

JAKARTA - Penyanyi sekaligus produser asal Inggris, James Blake, secara terbuka meminta namanya dihapus dari daftar kredit produser dalam album terbaru Kanye West, “BULLY”.

Keputusan ini diambil Blake tepat setelah album studio ke-12 musisi yang kini akrab disapa Ye tersebut resmi meluncur di berbagai platform streaming digital pada Sabtu, 28 Maret pekan lalu.

Langkah Blake ini dipicu oleh ketidakpuasannya terhadap hasil akhir lagu penutup album yang berjudul "This One Here". Meski namanya tercantum bersanding dengan deretan produser kondang seperti 88-Keys, The Legendary Traxster, Don Toliver, dan Quentin Miller, Blake merasa esensi asli dari produksinya telah hilang akibat proses penyuntingan yang dianggap tidak sejalan dengan visi awalnya.

Blake menjelaskan, meskipun beberapa elemen teknis seperti aransemen vokal hasil polesannya masih terdengar, namun secara keseluruhan, jiwa dari lagu tersebut sudah berubah total. Ia merasa tidak lagi memiliki keterikatan emosional maupun artistik terhadap versi final yang dirilis oleh Ye ke publik.

"Cara saya mengatur nada vokal dan menyusun trek dari gaya bebasnya (freestyle) memang masih ada sebagian, tapi sebagian besar sudah dibumbui dengan pengambilan vokal baru dan elemen lainnya. Semangat dari produksi asli saya sebagian besar sudah absen dari sana," kata James Blake, dikutip dari pernyataannya di Vault, Selasa, 31 Maret.

Blake menegaskan bahwa keputusannya tidak didasari oleh sentimen pribadi atau konflik internal dengan Kanye West. Ia hanya ingin menjaga integritas karyanya dan tidak ingin mendapatkan apresiasi atas hasil kerja yang bukan sepenuhnya ia lakukan. Baginya, transparansi dalam proses kreatif adalah hal yang mutlak dalam industri musik.

"Versi asli saya adalah produksi yang benar-benar berbeda secara semangat. Saya ikut senang untuk para penggemar, tetapi saya telah meminta untuk dikeluarkan dari kredit produser untuk saat ini karena saya tidak ingin mengambil kredit atas pekerjaan orang lain dan versi ini bukanlah apa yang saya ciptakan bersama Ye,” ujar Blake.

“Ini bukan masalah personal! Saya hanya mencapai titik di mana saya tidak ingin dikreditkan pada musik di mana saya tidak bisa memengaruhi hasil akhirnya," tambahnya.

Hubungan kolaboratif antara James Blake dan Kanye West sebenarnya memiliki sejarah panjang yang penuh dinamika. Sejak era album “Yeezus” pada 2014, Ye telah memuji Blake sebagai salah satu artis favoritnya.

Namun, proyek-proyek mereka kerap terhambat kendala teknis dan komunikasi, salah satunya adalah proyek kolaborasi “WAR” pada 2022 yang hingga kini tidak pernah dirilis secara resmi ke publik.

Kehadiran album “BULLY” sendiri sempat tertunda selama dua tahun setelah pertama kali diumumkan pada 2024. Meski Ye terus dibayang-bayangi oleh kontroversi pernyataan antisemit di masa lalu, ia tetap melaju dengan rencana konser peluncuran album di Los Angeles pada 3 April, yang disusul dengan rangkaian tur Eropa sebagai panggung perdana di benua tersebut dalam 12 tahun terakhir.