JAKARTA - Bintang pop dunia asal Amerika Serikat, Britney Spears, dilaporkan harus berurusan dengan pihak berwajib pada Rabu, 4 Maret malam waktu setempat.
Pelantun “Toxic” tersebut ditangkap oleh kepolisian di Ventura County, California, atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau Driving Under the Influence (DUI).
Berdasarkan laporan resmi dari pihak California Highway Patrol, Spears diborgol sekitar pukul 21.30 dan baru menjalani proses administrasi penahanan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Pihak perwakilan Britney Spears tidak menampik kabar tersebut dan memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng citra sang diva.
"Ini adalah insiden malang yang sama sekali tidak bisa dimaafkan. Britney akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan mematuhi hukum,” kata perwakilan Britney Spears, dikutip Variety, Jumat, 6 Maret.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah pertama bagi perubahan yang sudah lama tertunda yang perlu terjadi dalam hidup Britney," sambungnya.
Pihak manajemen juga menambahkan, keluarga dan orang-orang terdekat Spears sedang menyusun rencana demi pemulihan kesejahteraan sang penyanyi agar ia mendapatkan dukungan yang dibutuhkan di masa sulit ini.
BACA JUGA:
Britney kini telah dibebaskan dari tahanan sementara, namun ia dijadwalkan untuk menjalani persidangan pada 4 Mei mendatang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebagai informasi, kasus ini menambah daftar panjang tantangan personal yang dihadapi sang bintang sejak terakhir kali merilis album “Glory” pada 2016 dan tampil secara langsung di Austin, Texas, pada 2018 silam.
Adapun insiden ini terjadi di tengah masa "hiatus" Spears dari panggung musik Amerika Serikat.
Sejak lepas dari masa konservatori selama 13 tahun pada 2021 lalu, Spears memang cenderung menutup diri dari sorotan kamera. Dalam sebuah unggahan Instagram yang kini telah dihapus, ia sempat menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah tampil lagi di Amerika Serikat karena alasan yang sangat sensitif.
Namun, Spears mengungkap keinginannya untuk tampil di Inggris atau Australia bersama putranya di masa depan.