JAKARTA - Unit rock alternatif asal Amerika Serikat, Jane’s Addiction, akhirnya resmi dinyatakan bubar. Keputusan pahit ini diambil setelah perseteruan panjang yang bermula dari insiden pemukulan oleh Perry Farrell (vokal) terhadap Dave Navarro (gitar) di atas panggung pada September 2024.
Kabar berakhirnya perjalanan band ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi dari Farrell maupun ketiga personel lainnya secara terpisah.
Adapun insiden di panggung tersebut, sebelumnya sempat memicu ketegangan hukum yang melibatkan gugatan balasan antara Farrell dengan Navarro, Eric Avery (bass), dan Stephen Perkins (drum).
Namun, dalam perkembangan terbaru, semua pihak sepakat untuk mengakhiri pertikaian dan mengonfirmasi bahwa Jane’s Addiction telah mencapai titik akhir.
"Setelah pertunjukan itu, tanpa sepengetahuan Perry, kami secara sepihak memutuskan bahwa yang terbaik adalah tidak melanjutkan tur dan membuat pernyataan yang tidak akurat tentang kesehatan mental Perry yang kami sesali," tulis Jane’s Addiction melalui akun Instagram resmi, Jumat, 19 Desember.
"Hari ini kami di sini untuk mengumumkan bahwa kami telah bersatu untuk terakhir kalinya demi menyelesaikan perbedaan kami, sehingga warisan Jane’s Addiction akan tetap menjadi karya yang kami berempat ciptakan bersama,” lanjutnya. “Kami sekarang menatap masa depan saat kami memulai upaya musik dan kreatif kami masing-masing. Jane’s Addiction akan selamanya hidup di hati kami. Kami bangga dengan musik yang kami ciptakan bersama."
BACA JUGA:
Farrell melalui akun Instagram pribadinya juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia merefleksikan perilakunya yang meledak-ledak di atas panggung tahun lalu dan mengakui bahwa dirinya tidak mampu mengendalikan diri dengan baik.
"Saya ingin membahas apa yang terjadi di atas panggung tahun lalu," tulis Farrell. "Saya telah merenungkannya dan tahu bahwa saya tidak membawa diri sebagaimana mestinya. Saya meminta maaf kepada para penonton dan rekan band saya karena kehilangan kesabaran dan karena mengganggu pertunjukan.”
Lebih lanjut Farrell menjelaskan, Jane’s Addiction telah menjadi pusat hidupnya selama beberapa dekade. Baginya—band, lagu-lagu, para penonton, dan dampak yang diberikan pada musik serta budaya—lebih berarti nilainya daripada kata-kata apa pun yang ia nyatakan.
“Tujuan saya selalu memberikan pertunjukan terbaik kepada penonton kami, sesuatu yang nyata, jujur, dan positif. Di Boston, kami gagal memenuhi hal itu, dan saya benar-benar minta maaf kepada semua orang yang terkena dampaknya. Dari lubuk hati yang terdalam, saya ingin berterima kasih kepada Anda masing-masing atas kasih sayang dan dukungan yang terus diberikan,” pungkas sang vokalis.