Bagikan:

JAKARTA - Danilla Riyadi, seperti kebanyakakan musisi lainnya, dihadapkan dengan tantangan di dunia digital. Mereka sama-sama 'dituntut' untuk aktif di media sosial untuk menjadi relevan dengan penikmat karya.

Sebagai penyanyi yang mengambil jalur independen, kesuksesan Danilla sedikit banyak dipengaruhi oleh dirinya yang orang lihat di dunia maya. Hal itu kemudian ia sadari sebagai personal branding, di mana ia ingin dilihat sebagai penyanyi dan penulis lagu melalui media sosial.

Di sisi lain Danilla juga mengaku merasa dilema dengan situasi tersebut. Tugas musisi masa kini tak hanya berkarya, tapi juga tetap relevan dan lebih dekat dengan penggemar melalui media sosial.

"Ini yang masih jadi peperangan di diriku sendiri. Aku sebagai musisi jujur sering mengalami dilema. Karena sekarang kita musisi itu enggak cuma sekadar bikin musik aja. Dari yang aku baca, followers-ku juga pengen tahu personal life aku," papar Danilla saat jadi pembicara Indonesia Summit 2025 yang digelar di The Tribrata Dharmawangsa, 27 Agustus.

Media sosial, terutama Instagram masih jadi etalase utama Danilla dalam membentuk personal branding. Sementara di TikTok ia menampilkan sisi dirinya yang lain.

"Kalau di Instagram visualnya yang bagus, karena orang menghargai itu. Sementara di TikTok aku menunjukkan kalau aku juga manusia, sih," lanjutnya.

Sebagai musisi yang punya pilihan, Danilla pun tak menutup diri dengan tren maupun hal-hal baru lainnya. Ia punya prinsip sederhana dalam melakukannya.

"Bagiin sesuatu yang kamu nyaman aja. Jadi just be you, do it. Kalau senang, jalanin terus," pungkas Danilla.