JAKARTA - Selama ini dikenal dengan genre pop folk, Bungareyza melakukan eksplorasi dengan alter-ego bernama Mingse. Bersamaan dengan itu ia menghadirkan single berjudul Astaga Bercanda.
Lagu ini mengusung genre hipdut, di mana ia berkolaborasi dengan musisi asal Bengkulu, Akbar Chalay. Keputusan untuk mengusung genre yang sedang naik daun ini sendiri bukan tanpa alasan.
“Aku anaknya senang sekali mencoba berbagai hal baru. Kebetulan, musik dangdut sudah sejak dulu “dialirkan” dari Mama ke aku. Saat ditawarkan untuk mencoba genre hipdut, aku pun langsung tertarik,” cerita Mingse.
Astaga Bercanda turut melibatkan Giant Prayash Trinanda, Nabil Adesya Putra, Aji Suherri, dan Happy Andromeda dari sisi musik dan lirik. Lagu ini mengangkat kisah dua orang yang saling menyukai, namun terhalang keadaan karena salah satunya sudah memiliki pasangan.
“Lagu ini tentang dua orang yang sama-sama suka, tapi yang satunya sudah terlanjur punya pasangan. Jadi, daripada mengganggu, dia lebih memilih menunggu. Istilahnya daripada menjadi yang kedua, lebih baik dia menunggu untuk jadi yang pertama,” jelasnya.
Bunga mengaku ingin mengeksplorasi musik yang berbeda dari genre yang ia tekuni selama ini. Nama Mingse pun dipilih, yang diambil dari celotehan viralnya di media sosial.
“Alasan mengubah nama dari yang selama ini sudah dikenal orang tentu adalah sebagai pembeda. Sebagai bungareyza, aku suka dengan musik pop folk yang serius. Tapi, di satu sisi, aku ingin mencoba pengalaman baru di dunia hipdut. Setelah diskusi dengan tim Sony Music, kami akhirnya sampai pada satu keputusan, yaitu tetap menjalani keduanya, tapi dengan nama yang berbeda. Ini bisa dibilang untuk menjaga batasan antara Mingse yang fokus ke hipdut dengan bungareyza yang condong ke pop folk,” papar Bunga.
BACA JUGA:
Jadi pengalaman pertama, Mingse cukup antusias membawakan hipdut. Pengerjaan single barunya tergolong cepat dan lebih memudahkan dirinya saat membawakannya.
“Meski terlihat berbeda dari genre yang selama ini aku tekuni, jujur, menyanyikan single bergenre hipdut ini malah terasa lebih mudah. Mungkin, karena jiwaku sudah biduan banget, jadi tidak ada kesulitan,” jelasnya.
Mingse juga menawarkan nuansa yang berbeda secara keseluruhan, mulai dari gaya bermusik, penampilan, hingga attitude saat membawakan lagu. Tidak hanya itu, ia juga memastikan bahwa kedua identitasnya dalam bermusik ini akan terus berjalan beriringan.
“Tidak ada kata ‘kembali’ karena aku tidak pernah meninggalkan personaku sebagai bungareyza Mingse dan Bunga akan tetap berjalan dengan proyek masing-masing ke depannya.”