Bagikan:

JAKARTA - Pernyataan Tenxi mengenai klaim dirinya sebagai “pencipta” genre hipdut—musik yang menggabungkan elemen hip-hop dan dangdut—jadi sorotan dalam sepekan terakhir.

Klaim tersebut disampaikan Tenxi saat “Garam & Madu (Sakit Dadaku))” didapuk sebagai Karya Produksi Terbaik Terbaik dalam ajang penganugerahan AMI Awards 2025 pekan lalu.

Awalnya, Tenxi yang berdiri diapit Jemsii dan Naykilla, menyebut bahwa hipdut adalah genre musik baru.

“Mungkin ini genre baru,” kata Tenxi.

Ia tampak sedikit ragu ketika ingin mengatakan bahwa dirinya lah sebagai pencetus genre tersebut. Namun pada akhirnya, dengan kepercayaan diri tinggi, Tenxi menyampaikan klaimnya.

“Ya gua klaim aja sih, gua yang buat,” tegasnya.

Klaim tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Pasalnya, hipdut sebagai sebuah ide musik, sudah bertahun-tahun dikenal publik, terutama pada duo asal Yogyakarta, NDX AKA.

Tak lama setelah kontroversi klaimnya, Tenxi mencoba mengklarifikasi ucapannya di panggung AMI Awards. Ia berdalih, apa yang dikatakan sekedar mencari perhatian publik.

"Ya, biar orang pada omongin aja. Ya, gue besar di Jawa, gue tahu NDX AKA, gue enggak bodoh gitu," ujar Tenxi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat baru-baru ini.

"Ya sudah, gue kayak bikin statement aja, supaya orang-orang pada omongin juga. Engagement," imbuhnya.

Tanggapan warganet sendiri masih terbelah. Beberapa menganggap bahwa “Garam & Madu (Sakit Dadaku))” memang membawa pembeda dari genre hipdut yang sebelumnya dikenal publik.

Namun di lain sisi, warganet menyayangkan sikap Tenxi yang dianggap terlalu berlebihan, karena mengklaim dirinya sebagai pencipta genre hipdut.

“Lebih enak diakui daripada mengakui,” tulis salah satu warganet.