JAKARTA - Di kalangan musisi, gitaris Yngwie Malmsteen dikenal sebagai salah satu musisi yang punya idealisme. Dunia luar melihatnya sebagai figur yang soliter hingga gila kendali, dan ia tak menyangkalnya.
Dalam menggarap karya musiknya, Yngwie jarang berkolaborasi atau melibatkan para musisi lain. Dalam wawancara dengan La Hora Del Vértigo By Stairway To Rock, ia mengaku jika dirinya kerap disalahpahami.
"Pertama-tama, saya ingin menjelaskan sesuatu dengan sangat jelas kepada orang-orang seperti Anda — tanpa bermaksud menyinggung — Anda para penulis. Beberapa dari Anda telah salah memahami siapa saya, apa yang saya lakukan, dan apa yang menjadi prinsip saya," ujarnya dikutip dari Blabbermouth, 10 Maret.
Sang virtuoso gitar ini kemudian menjelaskan di balik sikapnya yang jarang mempercayakan sesuatu kepada orang lain, terlebih soal karya. Rupanya ada pengaruh dari masa lalu yang membentuk caranya bekerja.
"Ketika saya tumbuh besar di Swedia — saya tidak akan membahasnya, sungguh, tetapi lingkungan di sana sangat tidak ramah bagi para musisi yang bercita-cita tinggi," jelas musisi berusia 61 tahun itu. "Tidak dianggap sebagai pekerjaan yang nyata jika Anda seorang musisi, komposer, atau apa pun. Jadi, saya tidak merasa betah di sana," jelasnya.
Yngwie mengingat sebuah momen ketika ia bermusik dengan orang lain. Ia merasa tak nyaman dengan cara partner-nya bermain, yang kemudian membuatnya jadi ingin mengerjakan semuanya sendiri.
BACA JUGA:
"Jumat itu kami manggung. Saat itu usiaku delapan tahun. Aku bermain dengan amplifier dan umpan balik dan semacamnya, dan orang ini hanya menahan ketukan. Sejak hari itu, aku menjadi penulis, pemain gitar utama, penyanyi utama — semuanya," paparnya.
Yngwie Malmsteen mengamini sikap gila kendalinya mungkin hal yang buruk. Namun hanya dengan cara itu ia bisa merasa dapat mewujudkan visinya ke dalam sebuah karya.
"Jika Anda mau, Anda [bisa] menyebut saya orang yang gila kendali. Silakan. Sebut saja saya seperti itu sepanjang hari. Saya memang bersalah. Saya yang memutuskan kapan mesin asap menyala. Saya yang memutuskan warna lampu apa yang akan digunakan di rangka depan lampu. Saya yang memutuskan dengan tepat apa yang akan menjadi intro, apa yang tidak akan menjadi intro. Saya yang merancang seluruh pertunjukan, semuanya, setiap malam," tandasnya.