Bagikan:

JAKARTA - Rita Wilson pernah menyampaikan dua permintaan kepada suaminya, Tom Hanks, setelah didiagnosis kanker payudara pada 2015. Ia ingin Hanks bersedih lama jika sesuatu terjadi padanya. Tapi ia juga ingin hidupnya dirayakan.

Melansir dari laporan People, Rabu, 29 April, Wilson membicarakan hal itu dalam acara Sound of a Woman: Rita Wilson in Conversation with Demi Moore di 92NY, New York City, Selasa, 28 April. Acara itu digelar menjelang perilisan album terbarunya, Sound of a Woman.

Wilson, 69 tahun, mengatakan ia ingin Hanks “bersedih untuk waktu yang sangat, sangat lama” jika ia pergi lebih dulu. Namun, itu bukan satu-satunya permintaan.

Permintaan kedua: Hanks diminta menggelar pesta untuknya. Wilson ingin pesta itu menjadi perayaan hidup, berisi cerita, kegembiraan, dan kenangan baik.

“Saya ingin orang-orang bercerita, bersukacita, dan mengenang saya dengan cara seperti itu,” kata Wilson.

Wilson menjalani mastektomi ganda dan operasi rekonstruksi pada 2015 setelah dokter menemukan kanker invasif. Dari pengalaman itu, ia kemudian menulis lagu Throw Me a Party pada 2019 bersama Liz Rose dan Kristian Bush.

Aktris Sleepless in Seattle itu menikah dengan Hanks pada 1988. Dalam acara tersebut, Wilson mengingat masa ketika ia menerima diagnosis dan belum tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun berikutnya.

Dikutip dari People, Wilson juga menandai 10 tahun bebas kanker pada 31 Maret 2025 lewat video Instagram.

“Ini perayaan bagi saya. Tanggal 31 Maret menandai 10 tahun saya bebas kanker,” kata Wilson. “Saya sangat, sangat bersyukur.”

Wilson berterima kasih kepada dokter, teman, dan keluarganya. Ia mengakui perjalanan melawan kanker tidak selalu mudah. Ada masa naik dan turun. Namun, ia merasa penting membagikan kabar baik itu.

Saat pertama kali didiagnosis lebih dari 11 tahun lalu, Wilson berusia 58 tahun. Ia mengatakan pernah hidup dengan LCIS atau lobular carcinoma in situ dan memantaunya secara ketat lewat mamografi tahunan serta MRI payudara.

Setelah dua biopsi bedah, dokter menemukan PLCIS atau pleomorphic carcinoma in situ. Awalnya, hasil patologi menunjukkan tidak ada kanker. Namun, seorang teman menyarankannya mencari pendapat medis kedua.

Keputusan itu penting. Ahli patologi lain menemukan karsinoma lobular invasif. Diagnosis itu kemudian dikonfirmasi lagi oleh ahli patologi berikutnya.

Wilson mengatakan ia membagikan kisah tersebut agar orang lain memahami pentingnya pendapat medis kedua berdasarkan pengalamannya sendiri.

“Anda tidak rugi apa-apa jika dua pendapat itu sama-sama baik. Tapi Anda bisa mendapatkan banyak hal jika sesuatu yang terlewat akhirnya ditemukan,” kata Wilson.

Album studio keenam Wilson, Sound of a Woman, dijadwalkan rilis pada 1 Mei.