Bagikan:

JAKARTA - Isu mengenai royalti tengah melanda industri musik. Para pelaku industri baik penyanyi, musisi atau pencipta lagu saling bersuara mengenai keadilan pembagian royalti.

Setiap zaman punya masalahnya tersendiri. Jika satu atau dua dekade lalu pembajakan jadi musuh bersama, kini eksosistem musik tengah menyoroti urgensi soal royalti. 

Setelah cukup lama jadi bola liar, masalah ini mengerucut pada kasus Ari Bias dan Agnez Mo yang bergulir di persidangan. Tak hanya mereka yang terlibat di dalamnya, masyarakat juga ikut memantau perkembangan kasus ini. 

Dari sisi komposer, AKSI memberi bantuan hukum dan pendampingan kepada Ari Bias, komposer lagu Bilang Saja yang sedang jadi sengketa. Kasus ini akhirnya membuat jutaan pasang mata melirik, setelah sekian lama komunikasi terhambat.

Kekecewaan pihak Ari Bias yang merasa Agnez Mo tak meminta izin memabwakan lagu, berujung pada gugatan dan somasi. Sang penyanyi diputuskan harus membayar tuntutan rugi senilai Rp1,5 miliar dari Pengadilan Niaga.

Mau tak mau, Agnez Mo akhirnya muncul ke publik dan memberi pernyataan. Ia sudah bersiap mengajukan kasasi untuk membela pendapatnya. Setelah bicara panjang lebar di salah satu podcast termasyhur, ramai publik beri dukungan pada Agnez.

Di sisi lain, muncul pertanyaan di salah satu komentar netizen, apa yang terjadi jika Agnez Mo muncul lebih cepat dan membuka diskusi untuk menemukan jalan tengah? Mungkinkah adu argumen antar musisi bakal terhindarkan?

Tak bisa dipungkiri bising soal sengketa royalti ini membuat iklim industri musik memanas. Sangat disayangkan jika sampai muncul kubu-kubu yang malah memerosokkan perputaran ekonomi karena perbedaan pendapat.

Terlepas dari persengketaan yang terjadi, harus ada hasil positif yang lahir dari kasus ini. Komposer maupun penyanyi harus terus menjaga simbiosis mutualisme yang sudah terjalin. LMK dan LMKN perlu berbenah untuk menjaga transparansi dan distribusi royalti, agar tak terjadi saling larang melarang, tuntut menuntut antar pelaku musik.

Sistem yang transparan sudah seharusnya jadi kondisi ideal yang akan sama-sama menguntungkan penyanyi dan komposer. Undang-undang hak cipta juga selayaknya perlu dikaji dan disepakati bersama, bukan hanya dari satu kubu tertentu.

Semua kegaduhan ini tak boleh hanya berujung pada siapa yang benar atau salah. Dengan 'ledakan' yang tercipta dari kasus ini, semoga pemerintah bisa lebih menyadari urgensi permasalahan ini agar satu masalah setelah pembajakan bisa teratasi. Sudah saatnya industri kita naik level.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+