Bagikan:

JAKARTA - Pentolan Metallica, James Hetfield bukan hanya piawai dalam membuat riff, dia juga menjadi sosok penting di balik lirik lagu-lagu Metallica yang banyak dihafal orang.

Dalam episode terbaru “The Metallica Report", podcast yang menawarkan berita terkini tentang Metallica, Hetfield bicara mengenai cara yang digunakan saat menulis lirik lagu.

Baginya, memasukkan kata-kata ke dalam lagu, sama halnya seperti memasukkan riff ke dalam lagu. Dia mengaku caranya menulis lirik sama seperti saat memainkan instrumen musik.

"Bagi saya, memasukkan kata-kata ke dalam lagu, itu seperti instrumen lain," kata James Hetfield.

Hetfield merasa tidak mempelajari kata-kata layaknya seseorang yang mempelajari sastra. Ia juga menolak jika dikatakan sebagai pencerita lewat lirik.

"Jadi jika (kata) 'and, 'the', 'if'', hal-hal itu menghalangi, singkirkan saja. Anda hanya ingin kata-kata yang berbobot masuk ke sana dan menyampaikan maksudnya dan cukup samar,” ujar musisi 61 tahun itu.

“Tapi saya bukan pendongeng. Saya bukan itu,” imbuhnya.

Hetfield juga bercerita, bagaimana ia harus menulis lirik untuk 45 lagu saat Metallica mengerjakan album “Load” dan “Reload” di akhir tahun 1990an.

“Ada 45 lagu yang harus saya tulis liriknya dan saya merasa seperti, ‘Tunggu sebentar. Saya harus menulis lirik untuk 45 lagu. Gila.' Semua 45 lagu itu tidak akan sekuat satu lirik yang ditulis dengan sangat baik,” tuturnya.

Saat itu, Lars Ulrich (drum) dan Greg Fidelman (co-produser) akan melihat liriknya satu per satu dan memberi komentar.

"Aku akan menulis apa yang perlu kutulis," kata Hetfield. "Aku akan mendengarkanmu dan pendapatmu tentangnya. Jika tidak enak didengar, aku mengerti, tetapi aku tidak akan memasukkan kata-kata yang tidak penting hanya agar berirama atau apapun. Dan terkadang itu diperlukan. Rima bisa lebih penting daripada konteks di tempat-tempat tertentu, tetapi aku ingin kata-kata itu menjadi sekuat mungkin."