JAKARTA - BMW Motorrad mengambil langkah berbeda dari tren elektrifikasi global. CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan memproduksi motor listrik besar maupun motor motocross ramah lingkungan dalam waktu dekat.
“Permintaan pasar untuk motor listrik penuh belum cukup besar. Karena itu, kami tidak melihat adanya urgensi untuk masuk ke segmen tersebut,” ujar Flasch dalam interview dengan Common Tread, seperti dikutip Visordown, Kamis, 2 Oktober 2025.
Meski BMW memiliki teknologi elektrifikasi yang kuat lewat divisi mobil, Flasch menegaskan bahwa fokus BMW Motorrad tetap pada segmen yang sudah terbukti memiliki pasar. Flasch juga menutup kemungkinan BMW terjun ke ranah motocross.
“Kami tahu Ducati dan Triumph mencoba masuk ke area itu, tapi konsumen BMW tidak mencari motor offroad murni. Jadi itu bukan arah kami,” tegasnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, dirinya menyatakan bahwa BMW lebih memilih untuk mengembangkan produk sesuai dengan karakter dan kebutuhan pelanggannya ketimbang mengikuti tren semata. Meski demikian, BMW tetap menyiapkan strategi baru.
Salah satunya, Flasch mengisyaratkan adanya rencana menghadirkan motor sport di bawah 1000 cc.
“Kami sedang mempertimbangkan pilihan itu, tetapi belum bisa menyebut detail mesinnya sekarang,” katanya.
Spekulasi menyebutkan, mesin yang mungkin digunakan adalah parallel-twin 895 cc atau turunan dari platform F 900 XR maupun G 310. Flasch juga menambahkan bahwa mesin inline-4 akan tetap eksklusif untuk motor 1000 cc.
Sementara mesin inline-six yang digunakan pada seri K 1600 masih memiliki potensi besar di masa depan.
“Kami ingin menjaga identitas BMW Motorrad tetap jelas, tidak asal ikut-ikutan tren,” pungkasnya.