Jakarta – Tesla terus memperkuat kehadirannya di Malaysia dengan memperluas jaringan pengisian kendaraan listrik (EV). Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengumumkan saat ini telah mengoperasikan 15 stasiun Supercharger dengan total 68 unit.
Selain itu, ada 16 stasiun Destination Charger dengan 73 titik pengisian untuk melayani lebih dari 10.000 pemilik Tesla di Negeri Jiran. Tesla Malaysia menyampaikan bahwa ekspansi infrastruktur akan berlanjut sepanjang 2025.
Beberapa lokasi baru yang dipastikan hadir antara lain Pavilion Damansara Heights, Nexus Bangsar South, dan The Mall Mid Valley Southkey. Langkah ini diyakini akan meningkatkan kenyamanan pengguna EV di kawasan perkotaan maupun jalur antarkota.
BACA JUGA:
Selain jaringan publik, Tesla juga mengandalkan program Home Charging Program. Hingga saat ini, lebih dari 8.000 pemilik Tesla di Malaysia sudah memasang pengisi daya di rumah masing-masing.
Perangkat charger tersebut dibanderol mulai dari RM 1.900 atau sekitar Rp6,84 juta (kurs 1 RM = Rp3.600), sudah termasuk garansi satu tahun.
Namun, Tesla masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kewajiban yang disyaratkan Pemerintah. Di bawah skema BEV Global Leaders Programme, membuat Tesla dibebaskan dari aturan impor Approved Permit (AP) sejak 2023.
Dilansir dari Paultan, Sabtu, 3 Oktober 2025, setidaknya 30 persen dari total pengisi daya cepat DC berkapasitas minimal 180 kW harus terbuka untuk umum dan bisa dipakai semua merek EV mulai 2025. Hingga kini, kewajiban tersebut belum terealisasi.