Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, 10 tahun yang lalu, 13 Mei 2016, Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) tegaskan komunisme adalah paham yang gagal. JK menyandarkan pendapatnya karena negara macam Kuba hingga Rusia tak lagi penuh mengandalkan komunisme sebagai bahan bakar pemerintahan.

Sebelumnya, isu komunisme bangkit kembali di Indonesia bawa kehebohan. Semuanya bermula dari kian bebasnya pernak-pernik terkait komunisme digunakan anak muda. Banyak orang kemudian mengingatkan kembali masyarakat dengan bahaya komunisme.

Partai Komunis Indonesia (PKI) tak melulu pernah mewarnai perpolitikan Indonesia. PKI juga pernah menggoreskan sejarah kelam. Partai berlambang palu arit itu dianggap jadi dalang dari peristiwa penculikan dan pembunuhan sederet jenderal TNI AD dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965.

Narasi itu membuat pemerintah bergerak melawan dan menumpas segala macam yang berhubungan dengan PKI. Imbasnya pemerintah membubarkan PKI dan komunisme jadi paham terlarang. Tiada kesempatan komunisme untuk bertumbuh.

Isu komunisme pun bak hilang ditelan bumi. Apalagi, setelah berakhirnya kuasa Orde Baru (Orba). Uniknya secara mengejutkan komunisme justru dianggap bangkit kembali di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Narasi itu berkembang karena kian banyaknya atribut komunis yang dijual bebas. Belum lagi makin banyak tembok-tembok yang dicoret dengan gambar palu arit. Tanda-tanda itu dianggap sebagian orang sebagai awal kebangkitan PKI.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Empunya kuasa coba meredam ketakutan komunisme bangkit kembali. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Pandjaitan menggangap tak perlu takut dan meminta aparat tak berlebihan.

Luhut mengaku sudah mengecek ke lapangan. Ia tak melihat tanda-tanda dari komunisme bangkit. Ia juga menganggap penggunaan baju bergambar palu arit hanya tren semata.

"Ya ini dilihat-lihat lah. Kalau ada satu atau dua kaus, ini juga bisa jadi tren anak muda juga. Lihat-lihatlah, jangan berlebihan. Ada yang posting di medsos sekian ribu orang katanya, di mana? Saya cek tidak ada. Itu juga saya tanya, saya cek lapangan juga. Tidak ada juga.”

"Coba ada yang setel lagu Genjer-genjer, saya bilang pak Kapolri itu tadi, tangkepin aja. Diproses aja, jangan dibikin macem-macem. (Kalau) ini untuk membangkitkan kekuatan PKI juga kita tidak mau. Ini Menkopolhukam yang ngomong, kalau macam-macam kita hajar," ujar Luhut sebagaimana dikutip lamandetik.com, 9 Mei 2016.

Isu bangkitnya komunisme tak melulu menarik perhatian Luhut saja. Isu itu juga menarik perhatian dari Wapres JK. JK menegaskan bahwa munculnya isu kebangkitan komunisme hanya ajang cari perhatian belaka pada 13 Mei 2016.

JK menegaskan komunisme tak mungkin muncul lagi di Indonesia. Komunisme dianggapnya sebagai paham yang gagal. JK mengungkap negara seperti Kuba hingga Rusia tak lagi mengunakan sepenuhnya paham komunis.

JK memberikan contoh satu-satunya negara yang menggunakan komunisme secara penuh hanya Korea Utara saja. Alhasil, komunisme takkan bisa bertumbuh di Indonesia, apalagi dalam kondisi kekinian.

“Komunisme ini sebuah paham dan itu terbukti gagal. Hampir di semua negara, paham itu tak ada lagi. Saya tak percaya akan ada paham komunisme yang bisa tumbuh di kondisi sekarang,” ujar JK sebagaimana dikutip lamanCNN Indonesia, 13 Mei 2016.