JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 14 Maret 2023, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegaskan sikapnya tolak kedatangan timnas sepak bola Israel ke Indonesia dalam rangka ikut Piala Dunia U-20. Penolakan itu dianggap MUI sebagai bentuk menjaga amanat bangsa: penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
Sebelumnya, sikap pemerintah Indonesia terkait konflik Palestina-Israel jelas. Indonesia berpihak kepada Palestina. Indonesia mendukung Palestina Merdeka dan lepas dari penjajahan modern ala Israel.
Pahitnya jadi bangsa terjajah pernah hadir dalam sejarah panjang Indonesia. Kala itu Indonesia pernah dijajah oleh Belanda, kemudian Jepang. Hidup kaum bumiputra jadi nelangsa. Keringat mereka diperas. Hidup mereka sulit.
Narasi itu kemudian membuat segenap bangsa Indonesia tetap mengingat memori penjajahan. Memori penjajahan kemudian bawa Indonesia berpihak kepada mereka yang terjajah. Istimewanya pernyataan itu hadir dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Isinya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Sikap itu kemudian dipegang teguh oleh pemimpin bangsa dari Soekarno hingga Joko Widodo (Jokowi) terkait konflik Palestina-Israel.

Indonesia terus berpihak kepada bangsa Palestina. Indonesia memandang Israel sebagai penjajah yang terkutuk. Presiden Jokowi pun meneruskan amanat bangsa. Jokowi berkali-kali menegaskan bahwa Indonesia konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina dalam berbagai macam cara.
Pemerintah Indonesia kerap menyuarakan kemerdekaan Palestina ke dunia. Indonesia bahkan mendukung penuh Israel jadi anggota penuh PBB.
“Sekali lagi saya tegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Saya tekankan pentingnya kesatuan di antara bangsa Palestina. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kesatuan Indonesia lah yang membawa Indonesia dapat merebut kemerdekaan.”
“Oleh karena itu, proses rekonsiliasi perlu terus didorong, dan Indonesia siap memfasilitasi rekonsiliasi faksi-faksi yang ada di Palestina. Saya juga menyampaikan dukungan Indonesia agar Palestina menjadi anggota penuh di PBB,” ungkap Jokowi sebagaimana dikutip lamanSekretariat Kabinet, 24 Oktober 2022.
Komitmen Indonesia dukung Palestina kemudian diuji kala Indonesia direncanakan jadi tuan rumah hajatan sepak bola Piala Dunia U-20 pada Maret 2023 mendatang. Timnas Israel U-20 kemudian jadi salah satu yang akan berpartisipasi.
BACA JUGA:
Narasi itu membawa kehebohan. Pemerintah Indonesia kemudian diminta tolak keikutsertaan Israel. Indonesia tak menerima penjajah. Kritik paling keras muncul pula dari MUI pada 14 Maret 2023.
MUI dengan tegas menolak Timnas Israel datang ke Indonesia ikut Piala Dunia U-20. MUI mengingat pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk tak buka celah supaya Israel bisa datang dan berlaga di Indonesia. Belakangan rangkaian penolakan Indonesia kepada timnas Israel buat Indonesia batal jadi tuan rumah digantikan Argentina.
"Jangan ada celah sedikit pun dengan alasan apapun untuk mengkhianati amanat Pembukaan UUD 1945 dan merusak komitmen presiden sehingga membuka ruang bagi Israel untuk masuk ke Indonesia melalui jalur apapun, termasuk jalur Piala Dunia sepak bola U-20.”
"Sebelum terlambat, pemerintah seharusnya mempertimbangkan ulang keputusan menerima dan memberikan jaminan keamanan kepada timnas Israel. Jagalah republik ini dari kekuatan tertentu yang berusaha mempertentangkan masyarakat melalui hajatan piala dunia sepak bola U-20," ujar Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Sudarnoto Abdul Hakim sebagaimana dikutip lamandetik.com, 14 Maret 2023.