JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 17 Desember 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menganggap upaya jajarannya beri penghargaan ke diskotek Colosseum 1001 sebagai kesalahan fatal. Anies memandang Colosseum justru mau ditutup dan penghargaannya dibatalkan.
Sebelumnya, upaya pemerintah DKI Jakarta memberikan penghargaan Adikarya terhadap Colosseum bawa kehebohan. Kondisi itu karena diskotek itu baru kena razia Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pengunjungnya positif narkoba.
Warga Jakarta dihebohkan dengan munculnya sertifikat penghargaan Adikarya yang diberikan pemerintah DKI Jakarta ke Colosseum sedari awal Desember 2019. Penghargaan itu lazimnya diberikan kepada pelaku usaha dan pendukung pariwisata Jakarta.
Penghargaan ke Colosseum sepintas tak salah. Namun, Anies yang dianggap dekat dengan kaum ulama justru kena getahnya. Ia dianggap tak sesuai citranya. Anies dipandang pro terhadap hiburan malam.
Kondisi itu karena ia sendiri yang teken sertifikat penghargaan. Suatu hal yang membuat marah warga Jakarta. Gelora kritik dan protes dilantunkan. Mereka menganggap tak elok memberikan penghargaan kepada diskotek.
BACA JUGA:
Apalagi, Colosseum yang dianggap sebagai salah satu diskotek yang bermasalah. BNN DKI Jakarta justru sebelumnya telah menemukan pengunjung yang kedapatan positif narkoba pada 8 September 2019.
Pemerintah DKI jakarta bak tak menerima kritikan. Mereka menganggap Colosseum layak dapat penghargaan. Tiada pula aturan yang membatasi bahwa diskotek tak bisa terima penghargaan.
“Penghargaan Adikarya Wisata itu ada 31 kategori bukan cuma itu. Salah satunya diskotek dan dari 31 diskotek itu yang menang Colosseum."
"Ada tiga alasan mengapa Colloseum menang. Pertama karena dedikasinya, kedua karena kinerjanya. Kemudian ketiga, karena kontribusi terhadap pariwisata Jakarta. Ada tim yang menilai itu semua," ungkap Ketua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Alberto Ali sebagaimana dikutip lamanANTARA, 13 Desember 2019.
Polemik penghargaan Adikarya untuk Colosseum sampai ke telingga Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu berang bukan main. Ia menyindir bawahannya yang memberikan penghargaan ke diskotek yang melanggar aturan.
Anies menengaskan pemberian penghargaan itu sebagai kesalahan yang fatal pada 17 Desember 2019. Anies segera membatalkan penghargaan ke Colosseum. Ia juga langsung mengganti Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Alberto Ali.
"Itu fatal, bagaimana sebuah tempat ada laporan bulan Oktober. Bulan Desember dikasih penghargaan. Itu fatal, maka diperiksa semuanya."
“Kelakuan mereka, sudah jelas ada surat bulan Oktober kok masih diproses jadi kandidat dapat penghargaan. Harusnya diproses laporan, ini malah dikasih penghargaan," ujar Anies sebagaimana dikutip lamandetik.com, 17 desember 2019.