JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 4 Desember 2022, Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer kritik relawan yang berambisi mengejar jabatan menteri. Ia menganggap langkah itu sudah menyimpang. Kekuatan relawan adalah politik alternatif bukan incar jabatan politik.
Sebelumnya, kelompok relawan punya kontribusi besar jadikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Mereka mampu bergerilya memantapkan pilihan rakyat kepada Jokowi. Belakangan kelompok relawan justru mengincar jabatan.
Kehadiran Joko Widodo (Jokowi) dalam peta politik Indonesia tak bisa dianggap remeh. Ia jadi politikus paling diperhitungkan. Tiada kontestasi politik yang tak pernah dimenangkannya. Ia mampu jadi Wali Kota Solo dan melejit kala menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Posisi itu membuat nama Jokowi dianggap pemimpin Indonesia di masa depan. Banyak orang mulai berandai-andai jika Jokowi dengan kesederhanaannya bisa jadi Presiden Indonesia baru. Narasi itu mendapatkan sambutan baik.
Kelompok relawan pendukung Jokowi jadi Presiden Indonesia bermunculan. Ada Projo, ada juga Joman. Kelompok itu bergerilya mencarikan dukungan kepada Jokowi hingga berhasil. Puncaknya, Jokowi dimajukan sebagai Capres oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilpres 2014.
Hasilnya gemilang. Jokowi muncul jadi Presiden Indonesia periode 2014-2019. Namun, Jokowi tak cukup hanya satu periode saja. Ia ingin berkuasa kembali dalam periode dua. Kondisi itu membuat Jokowi lagi-lagi menggunakan jasa para relawan.
Kelompok relawan pun bekerja keras memenangkan Jokowi. Hasilnya sesuai yang diharapkan Jokowi. Namun, kelompok relawan tak lagi ingin ambil bagian dalam politik alternatifnya saja. Mereka kemudian banyak yang ingin masuk pemerintahan.
Mereka ingin duduk sebagai pejabat negara macam Menteri atau komisaris. Narasi itu terjadi ketika Ketua Projo, Budi Arie ingin kerja kerasnya dibayarkan. Ia pernah mengancam bubar Projo karena Jokowi mengangkat Prabowo Subianto jadi Menteri Pertahanan.
Namun, Jokowi kemudian memberikan Budi jabatan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi era 2019-2023. Hasilnya ia tak jadi membubarkan Projo dan menteri Prabowo berkolaborasi dengan Jokowi.
"Ya kita mau pamit, tapi ditugaskan lagi, gimana? Berarti kan mau enggak mau (tetap ada), karena Projo itu kan setia di garis rakyat. Projo ini selama ada Pak Jokowi, Projo tetap ada. Karena Projo ini adalah lima besar dan militan pendukung Pak Jokowi," ungkap Budi Arie sebagaimana dikutip laman CNN Indonesia, 25 Oktober 2019.
BACA JUGA:
Narasi relawan Jokowi yang mengincar jabatan mendapatkan kritik dan kecaman dari sana-sini. Ketua Joman, Immanuel Ebenezer juga ikut kritik dan angkat bicara pada 4 Desember 2022. Pria yang akrab disapa Noel itu memahami benar tabiat relawan yang berada di dekat Jokowi.
Ada yang mendukung Jokowi tiga periode. Ada yang mengincar proyek hingga mengincar jabatan menteri. Noel pun mengkritik mereka yang cari jabatan menteri. Upaya mencari jabatan sebagai menteri itu dianggap Noel justru jauh menyimpang dari semangat relawan.
Noel menganggap relawan harus muncul sebagai kekuatan alternatif. Belakangan mereka dipandang Noel bak merendahkan kekuatan relawan dengan mengincar jabatan politik. Mereka juga dipandang telah merendahkan diri sendiri dan presiden.
"Ada yang mau perpanjang jabatannya, ada yang (karena) sedikit lagi pemilu, banyak menteri mau mundur (berpikir) gue eksis, ah, biar bisa jadi menteri. Nah banyak. Kalau di Amerika kulturnya bagus relawan itu, tapi ketika sudah proses demokrasi, mereka membubarkan diri.”
“Tapi, di era Jokowi, mereka masuk menjadi kelompok periferi, kelompok pinggiran, jadi komisaris dan sebagainya. Kualitasnya merendahkan dirinya dan merendahkan presiden. Cukup dikasih jabatan ini senang, menyenangkannya sebatas itu aja. Padahal relawan yang sebenernya mengawal kebijakan. Jadi watchdog," ujar Noel sebagaimana dikutip laman kompas.com, 4 Desember 2022.