Bagikan:

YOGYAKARTA - Nama Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel disorot publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Noel menjadi pejabat pertama dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang terjaring dalam operasi senyap KPK.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengatakan Noel sudah dibawa ke Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Adapun penangkapan dilakukan di Jakarta pada Rabu Malam, 20 Agustus. 

Fitroh mengungkapkan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan kasus pemerasan. Immanuel Ebenezer diduga memeras sejumlah perusahaan terkait proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3," kata Fitroh melalui keterangan tertulis, Kamis, 21 Agustus.

Meski KPK belum mengumumkan detail kasus pemerasan yang menjeratnya, status Noel sebagai Wamenaker membuat kasus ini menyita perhatian publik. Karier politik Noel memang penuh dinamika, dari seorang aktivis relawan, kemudian menjadi komisaris BUMN, hingga akhirnya duduk di kursi wakil menteri, berikut profil lengkapnya.

Profil Immanuel Ebenezer

Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel lahir di Riau pada 22 Juli 1975. Dia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Satya Negara Indonesia dan meraih gelar sarjana sosial pada 2004.

Nama Noel mulai dikenal publik secara luas ketika dia menjadi Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman). Organisasi relawan ini dikenal sebagai pendukung militan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Kehadirannya sebagai motor penggerak relawan membuat Noel kerap muncul di media dan menjadi salah satu figur relawan yang cukup vokal dalam mendukung kebijakan Presiden Jokowi ketika itu.

Pada 2021, karier Noel sempat merambah ke dunia korporasi ketika Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama. Pada Maret 2022, Noel diberhentikan dari posisi tersebut.

Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan keterlibatannya sebagai saksi dalam sidang mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman. Dalam persidangan, Noel menyatakan bahwa Munarman bukan teroris, pernyataan yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Menjelang Pilpres 2024, Noel kembali mencuri perhatian. Awalnya, dia membawa relawan Joman mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. Dukungan ini bahkan melahirkan kelompok relawan Ganjar Mania, meski saat itu PDIP belum secara resmi mengumumkan capresnya.

Namun, sikap politik Noel berubah. Dia menarik dukungannya terhadap Ganjar dan pindah ke Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Terlebih setelah Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, dipilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Noel kemudian membubarkan Ganjar Mania dan mendirikan Prabowo Mania 08, sebuah kelompok relawan yang aktif memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Tidak berhenti pada gerakan relawan, Noel juga memantapkan langkah politiknya dengan bergabung ke Partai Gerindra. Dia maju sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilihan Legislatif 2024 dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara. Noel memperoleh 29.786 suara, tetapi jumlah tersebut belum cukup untuk menghantarkannya ke kursi DPR RI.

Meski gagal masuk parlemen, Noel tetap mendapat tempat dalam pemerintahan. Pada 20 Oktober 2024, dia resmi dilantik sebagai Wamenaker mendampingi Yassierli. Jabatan ini merupakan pencapaian tertinggi dalam karier politik Noel sejauh ini.

Sayangnya, perjalanan karier Noel menghadapi angin besar setelah terjaring OTT KPK. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Noel, apakah akan ditingkatkan menjadi tersangka atau dibebaskan.