Bagikan:

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyevut jam pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said akan dipersingkat setelah mendapat masukan dari masyarakat terkait aktivitas ibadah pada Minggu pagi.

Evaluasi dilakukan usai pelaksanaan perdana CFD di kawasan Rasuna Said yang digelar bersamaan dengan CFD Sudirman-Thamrin.

Pramono mengakui antusiasme masyarakat terhadap CFD baru tersebut cukup tinggi. Namun, Pemprov DKI juga menerima sejumlah keluhan dari warga dan pengelola tempat ibadah di sekitar kawasan Rasuna Said.

"Untuk Car Free Day yang ada di Rasuna Said, dapat saya sampaikan sebagai berikut. Yang pertama antusiasme publiknya luar biasa. Hanya memang ada permintaan terutama dari tempat-tempat di Rasuna Said yang ada, mohon maaf, ibadahnya. Ibadahnya biasanya dimulai dari jam 10," kata Pramono di Jakarta Timur, Senin, 11 Mei.

Atas pertimbangan itu, Pemprov DKI memutuskan durasi CFD Rasuna Said tidak akan disamakan dengan Sudirman-Thamrin. Meski tetap dimulai pukul 05.30 WIB, waktu penutupannya bakal dibuat lebih cepat.

"Maka kami segera memutuskan untuk Rasuna Said pelaksanaan Car Free Day tetap dimulai 5.30 tetapi untuk selesainya pasti akan lebih cepat dari itu," ungnap Pramono.

Sementara itu, jam operasional CFD di koridor Sudirman-Thamrin masih dalam tahap pembahasan. Pemprov DKI membuka kemungkinan CFD berakhir pukul 09.30 WIB atau tetap sampai pukul 10.00 WIB.

Pramono menegaskan penyesuaian khusus di Rasuna Said dilakukan karena mempertimbangkan aktivitas warga yang beribadah setiap Minggu pagi. Ia memastikan kebijakan di dua titik CFD tersebut nantinya akan dibedakan.

"Khusus untuk Rasuna Said tentunya saya mempertimbangkan masukan saran dari masyarakat yang akan beribadah pada hari itu. Dan pasti nanti berbeda dengan di Sudirman-Thamrin," urainya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini penambahan lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD), termasuk di kawasan Rasuna Said, dapat memperluas wisata olahraga atau sport tourism di Jakarta sekaligus menarik lebih banyak peserta kegiatan olahraga internasional.

“Saya meyakini dengan dibuka (CFD) di Rasuna Said akan menjadi semakin banyak sport tourism yang ada di Jakarta. Termasuk penyelenggaraan berbagai event-event internasional, apakah itu sepak bola, maraton, atau kegiatan lain,” kata Pramono di Jakarta Timur, Jumat.

Pramono mengklaim, saat ini banyak warga dari luar Jakarta yang menyempatkan diri ke ibu kota pada akhir pekan hanya untuk berolahraga dan menikmati CFD.