JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memajukan target penyelesaian penataan Jalan HR Rasuna Said usai pembongkaran tiang monorel mangkrak. Dari sebelumnya ditargetkan rampung bulan September 2026, kini dipercepat menjadi Juni.
Percepatan dilakukan setelah seluruh tiang bekas proyek monorel mangkrak yang berdiri di sepanjang Jalan Rasunas Said tersebut selesai dipotong dan dirapikan.
"Monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan. Kita akan memulai untuk pembangunan mulai untuk pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 24 Februari.
Sebanyak 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun menjadi pemandangan terbengkalai di jalur utama perkantoran itu kini telah dibersihkan. Tahap selanjutnya adalah penataan trotoar, drainase, hingga ruang terbuka hijau di sepanjang jalan tersebut.
"Mudah-mudahan bulan Juni tanggal 22 Juni, itu pas 499 tahun Jakarta sudah selesai semuanya. saya sudah memberikan target, untuk monorel Rasuna Said ini segera kita selesaikan sampai dengan wajah Rasuna Said sudah berbeda," ujarnya.
Seiring penataan pedestrian, Pramono juga meminta jajaran Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan ojek online (ojol) yang kerap menggunakan trotoar dan badan jalan sebagai tempat mangkal atau berjualan.
Jalan Rasuna Said menjadi salah satu prioritas penataan karena merupakan koridor utama aktivitas bisnis di Jakarta.
"Beberapa jalan-jalan utama sebagai contoh yang sekarang ini akan kami tata, salah satunya adalah di Rasuna Said. Maka saya meminta kepada seluruh jajaran yang ada untuk melakukan penertiban ini," tegas Pramono.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Pramono meminta jajarannya mempercepat penyelesaian pembongkaran tiang monorel mangkrak yang membentang di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pramono mengatakan percepatan diperlukan agar ruang jalan dan kawasan sekitar bisa segera ditata ulang. Ia menilai ritme kerja sebelumnya masih terlalu lambat dibandingkan dengan kebutuhan penataan kota.
"Setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat lima tiang sehari. Dan sekarang sudah dilakukan," kata Pramono di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari.
Pramono menjelaskan, saat ini sebagian besar tiang monorel yang berdiri tanpa struktur beton sudah hampir seluruhnya terpotong. Pekerjaan yang tersisa adalah pembongkaran bagian yang telah menyatu dengan beton, yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Untuk yang pemotongan, kebetulan kemarin saya lewat. Yang dilakukan sekarang adalah yang mulai ada betonnya sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama, tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong," ujarnya.
Pemprov DKI mengalokasikan total Rp102 miliar untuk penataan kawasan secara menyeluruh. Penataan itu meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan jalan umum, serta sarana pendukung lainnya di sepanjang Jalan Rasuna Said. Adapun biaya khusus untuk pemotongan tiang monorel sejatinya hanya sebesar Rp254 juta.