JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembongkaran ini ditandai dengan pemotongan salah satu tiang monorel yang telah terbengkalai selama lebih dari dua dekade.
Proses tersebut dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, hingga perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said menjadi bagian dari upaya Jakarta membenahi fasilitas publik yang selama ini terbengkalai.
"Hari ini mudah-mudahan ini menjadi penanda bahwa Jakarta memang sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta," kata Pramono di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari.
Pramono meluruskan informasi terkait anggaran pembongkaran tiang monorel. Ia menegaskan, biaya khusus untuk pemotongan tiang monorel hanya sebesar Rp254 juta.
Menurut Pramono, total anggaran sekitar Rp102 miliar dialokasikan untuk penataan kawasan secara menyeluruh. Penataan itu meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan jalan umum, serta sarana pendukung lainnya di sepanjang Jalan Rasuna Said.
"Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya 254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestrian diperkirakan 102 miliar rupiah," jelas Pramono.
Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar dan ditata ulang hingga ke ujung Jalan Rasuna Said. Pramono meyakini penataan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas jalan dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.
Pembongkaran dan penataan akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Pramono memastikan tidak ada penutupan jalur selama proses berlangsung dan telah meminta Dinas Bina Marga serta Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut.
"Pengerjaannya akan dilakukan pada malam hari. Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Sutiyoso yang menjabat Gubernur DKI Jakarta saat proyek monorel mulai dicanangkan. Ia menyebut proyek tersebut berhenti bukan karena ketidakinginan menyelesaikan, melainkan akibat pergantian kebijakan dan kepemimpinan.
BACA JUGA:
"Bukan Bang Yos tidak mau menyelesaikan, karena memang Bang Yos sudah berakhir tugasnya, tidak dilanjutkan berganti kebijakan," ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono menambahkan, penyelesaian penataan tiang monorel mangkrak ini dilakukan dengan pendampingan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK untuk memastikan tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari.
"Karena pada waktu itu secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari," imbuhnya.