Kabinet Indonesia Maju Dirombak Ulang, Yusril Ihza Mahendra Dinilai Layak Jabat Mensesneg
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra (Foto: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kian mendekati titik terang. Dari kabar yang terdengar, reshuffle menteri dalam kabinet Jokowi akan dilaksanakan pada pekan ini. Kira-kira siapa yang akan tereliminasi?

Sementara itu, Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer memiliki pandangan pribadi bahwa Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno layak untuk dilengserkan dari jabatan. Pernyataan itu dilontarkan setelah isu reshuffle terdengar. Ia juga memiliki beberapa nama yang menurutnya cocok untuk menggantikan posisi Pratikno.

Pertama, kata Immanuel, sosok yang dirasa tepat menjabat sebagai Mensesneg ialah Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Ihza Mahendra dinilai tepat untuk jabatan Mensesneg

Calon kandidat pertama menurutnya adalah Yusril Ihza Mahendra. Menurut Immanuel dalam diskusi daring yang ditayangkan di kanal Youtube Republik Merdeka TV, Selasa 13 April, Yusril cocok untuk posisi tersebut karena selain telah memiliki pengalaman, ia juga menguasai ketatanegaraan.

Immanuel juga menyebutkan satu nama lagi yang menurutnya pantas untuk menggantikan posisi Pratikno, jika reshuffle menteri memang dilakukan di divisi Kemensesneg.

"Selain Yusril ada juga mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Itu kan mereka orang-orang yang secara keilmuan atau secara apa gitu mereka mumpuni gitu dua orang itu," jelas Immanuel.

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer memiliki pandangan, bahwa ada lima menteri di kabinet yang harus dikocok ulang. Salah satu dari kelimanya yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Menurut Immanuel, Pratikno menimbulkan pengaruh yang terlalu berbahaya bagi Presiden Joko Widodo. Ia menilai jika Pratikno kerap menjerumuskan presiden ke dalam jurang politik yang sangat berbahaya.

Reshuffle sebagai kebutuhan presiden

Selain itu, lanjut Immanuel, reshuffle atau kocok ulang menteri merupakan kebutuhan bagi Presiden Jokowi. Apalagi Jokowi memiliki rencana untuk meleburkan Kemenristek menjadi satu divisi dengan Kemendikbud, dan juga pembentukan Kementerian Investasi.

Empat menteri lain yang menurut Immanuel perlu dilakukan perombakan antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menkominfo Jhonny G Plate, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Dalam pandangan Immanuel, presiden sudah seharusnya menanggapi situasi yang “berbahaya” ini dengan kepekaan yang lebih tajam. Sebab tidak sedikit yang menaruh perhatian untuk tahun 2024. Ia mengkhawatirkan menteri-menteri yang ikut andil pada Pemilu mendatang akan memberi risiko bagi legacy presiden.

Ikuti berita dalam dan luar negeri lainnya hanya di VOI, Waktunya Merevolusi Pemberitaan!