Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 1 September 2022, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dukung penuh tradisi balon udara tradisional Wonosobo. Dukungan itu muncul karena tradisi balon udara memuat jejak kerja keras dan kekompakan.

Sebelumnya, masyarakat Wonosobo menjadikan tradisi balon udara sebagai perlombaan rutin. Lombanya biasanya dilakukan dalam menyambut Idul Fitri dan hari besar lainnya. Namun, belakangan lomba itu dilarang.

Tradisi menerbangkan balon udara bukan melulu hadir di negara Eropa belaka. Indonesia juga punya tradisi yang sama. Tradisi balon udara sudah menjadi andalan warga Wonosobo sejak era penjajahan Belanda.

Tradisi balon udara kerap mainkan menjelang hari besar macam hari lebaran Idul Fitri. Warga setempat pun menjadikan tradisi itu sebagai hibuan favorit. Semuanya karena kadang kala balon udara yang ada memuat banyak makanan dan minuman ringan. Alhasil, kala balon udara ada yang jatuh jadi rebutan warga setempat.

Belakangan tradisi itu dianggap menganggu lalu lintas penerbangan. Semuanya karena balon udara terbang secara liar. Balon itu diketahui kadang menyentuh ketinggian 35 ribu kaki atau 10.600 meter di atas permukaan laut.

Tradisi balon udara tradisional Wonosobo. (ANTARA)

Kondisi itu membuat pemerintah setempat sempat melarang tradisi balon udara tebang secara liar sedari 2019. Barang siapa yang melanggar akan dikenai denda. Kondisi itu mendapatkan protes dari masyarakat.

Mereka meminta solusi supaya tradisi yang sudah dilakukan sejak dulu terus lestari. Ide mengikat balon dianggap jadi solusi.

“Di Wonosobo tradisi menerbangkan balon udara memang ada secara turun temurun, kita tak mau tradisi unik ini hilang begitu saja. Pemkab tak melarang masyarakat melakukan tradisi tersebut, tetapi lakukanlah sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu tidak menerbangkan balon secara liar.”

“Selain itu juga perlu dipahamkan agar masyarakat tidak multi tafsir memahami peraturan yang ada. intinya proses sosialisasi dimaksudkan agar adanya pengertian dan kesadaran dari warga Wonosobo akan pentingnya keselamatan penerbangan yang aman dan terkendali,” ujar Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat sebagaimana dikutip laman wonosobokab.go.id, 8 April 2022.

Polemik larangan balon udara sampai ke telinga Ganjar Prabowo. Gubernur Jateng itu langsung bergerak pada 1 September 2022. Ganjar menyatakan mendukung penuh tradisi balon udara. Ia tak ingin ada pelarangan terkait tradisi.

Ia menyaksikan sendiri bagaimana pelarangan tak membuat warga Wonosobo berhenti menerbangkan balon. Ganjar justru meminta pemerintah setempat untuk mengimbau ikat balon yang ada supaya ketinggiannya terbatas dan tak mengganggu lalu lintas penerbangan.

Ganjar menilai bahwa tradisi balon udara harus lestari. Semuanya karena tradisi balon udara memiliki nilai penting kerja sama dan kerja keras.

"Sebenarnya sudah beberapa kali proses sampai menjadi festival balon di Wonosobo. Dulu saya ingat betul waktu dengan tim pemangku kepentingan (AirNav) saya menyampaikan kepada mereka jangan dilarang, justru dilombakan kasih hadiah. Waktu itu mendapatkan sambutan yang luar biasa. Terus kemudian caranya bagaimana biar nggak ganggu penerbangan, ya diikat."

"Anak-anak menjadi kreatif, terus kegiatannya jauh lebih positif. Eksposure-nya (pengembangan), sebenarnya bisa kita dorong agar ini menjadi tontonan, event ini menjadi destinasi nanti. Kalau tempatnya kita siapkan dengan baik, orang akan datang untuk melihat. Tadi juga ada usulan buat lomba dengan hadiah piala gubernur, oke kalau begitu," uja Ganjar Pranowo sebagaimana dikutip laman tribunnews.com, 1 September 2022.