Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, 15 tahun yang lalu, 19 Mei 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru. Pengangkatan Agus diharapkan dapat melanjut tren positif peningkatan pemasukan negara.

Sebelumnya, pemerintahan SBY tak pernah sembarang urusan pilih Menkeu. SBY memilih Sri Mulyani sebagai Menkeu untuk mereformasi Kemenkeu. Hasilnya gemilang. Jejak kerja Sri dapat dirasa manfaatnya. Namun, Sri justru diajak bergabung oleh Bank Dunia.

Pengelolaan uang negara tak bisa sembarang. Pemimpin negara harus bisa menempatkan ekonom terbaik untuk mengisi jabatan Menkeu. Presiden SBY pun begitu. Ia mencoba memutar otak memilih sosok yang tepat untuk jabatan Kemenkeu.

Pilihan SBY jatuh kepada Sri Mulyani pada 2005. Ekonom kesohor itu dianggap dapat mereformasi Kemenkeu. Sri Mulyani pun langsung melakukan gebrakan. Ia mulai bergerak menyisir jajarannya yang korup. Mereka segera dikeluarkan.

Langkah lainnya dalam rangka menambah pemasukan negara turut dilakukan. Ambil contoh mencari investasi luar negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat. Sri menganggap langkah itu sebagai bagian dari komitmennya mengabdi kepada negara.

Langkah itu membuatnya kian terkenal. Berbagai penghargaan menteri keuangan terbaik pernah diraihnya. Belakangan jejak Sri mengatur uang negara membuat Bank Dunia kepincut. Bank Dunia ingin menggunakan jasa sri mulyani sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Keinginan itu dianggap positif oleh Sri. Keinginan Bank Dunia coba dikomunikasikan kepada Presiden SBY. Hasilnya SBY memberikan restu, sekalipun menunggu terlebih dahulu surat resmi dari Bank Dunia. SBY menganggap posisi Sri di Bank Dunia bisa membawa keuntungan besar bagi Indonesia.

Sri pun mengirim surat pengunduran dirinya. Surat itu diterima oleh SBY pada 5 Mei 2010. Kondisi itu membuat SBY kembali lagi berkutat dengan rencana mencari Menkeu yang baru.

"Hari ini saya telah menerima surat pengunduran diri dari Sri Mulyani terkait dengan penunjukan dirinya sebagai Managing Director dari World Bank (Bank Dunia)," kata SBY sebagaimana dikutip laman detik.com, 5 Mei 2010.

Upaya SBY mencari pengganti Sri dianggap cukup sulit. Namun, bukan berarti tidak ada calonnya. SBY pun mulai melirik kepada Agus Martowardojo. SBY menilai agus sebagai calon Menkeu yang tepat. Semuanya karena pengalaman Agus sebagai pimpinan dari berbagai macam bank, dari Bank Permata hingga Bank Mandiri.

Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo meninggalkan Gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Kamis (25/6/2020). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww)

Puncaknya, SBY tak lagi ragu mengangkat Agus sebagai Menkeu yang baru pada 19 Mei 2010. Pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1984 itu dianggap dapat meneruskan tren positif Kemenkeu era Sri Mulyani. SBY yakin pula pengalaman panjang Agus di bidang keuangan dan perbankan berguna bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pada malam ini saya sudah bisa sampaikan tentang kedua tokoh yang akan saya angkat menjadi menteri keuangan (Agus) dan satunya lagi wakil menteri keuangan (Anny Ratnawati)," ungkap SBY sebagaimana dikutip laman BBC Indonesia, 19 Mei 2010.