Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, enam tahun yang lalu, 15 Mei 2019, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menginfokan bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono jadi korban gusuran. Rumahnya digusur imbas pembangunan jalan tol di Bekasi.

Sebelumnya, Basuki dikenal sebagai menteri yang cekatan. Ia jadi ujung tombak pembangunan infrastruktur era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Keseriusan membangun itu terlihat kala rumahnya sendiri rela digusur demi pembangunan.

Keinginan pemerintahan Jokowi meningkatkan daya saing global bukan pepesan kosong belaka. Presiden Jokowi mulai memerintahkan jajarannya dalam membangun Indonesia. Jokowi berpikir pembangunan infrastruktur jadi salah satu pilar penting daya saing global.

Narasi itu membuat Jokowi mempercayakan tugas itu kepada Basuki Hadimuljono. Menteri PUPR itu dianggap sosok yang tepat memimpin pembangunan negeri. Mimpi besarnya supaya tiada lagi ketimpangan antar wilayah. Sekalipun hal itu misi yang sulit.

Basuki tak gentar. Ia mulai merumuskan dan memusatkan energinya untuk menjalankan rencana besar pembangunan pemerintah. Basuki memastikan terbangunnya jembatan, jalanan, jalan tol, hingga proyek monumental lainnya.

Hasil pekerjaan Basuki kerap memunculkan puja-puji. Basuki memastikan tiada pembangunan yang mangkrak. Namun, kesuksesannya menjabat Menteri PUPR tak mudah. Ia harus mengorbankan banyak hal. Hal yang paling utama Basuki harus merelakan waktu luangnya digunakan untuk bekerja.

Aktivitasnya jadi mudah ditebak. Antara rumah, kantor, dan lapangan. Narasi itu terus berulang. Selesai satu proyek, muncul lagi proyek lainnya. Pengabdian itu dilakukan dengan suka cita. Ia ingin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi ajian penting Indonesia jadi bangsa besar.

"Pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia semata-mata untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara tetangga sehingga daya saing kita bisa terus meningkat. Membangun infrastruktur bukan untuk bermewah-mewahan. Wilayah Indonesia bisa menjadi lebih atraktif untuk investasi," ungkap Basuki sebagaimana dikutip laman pu.go.id, 18 Oktober 2017.

Pengorbanan dan pengabdian Basuki kepada negara terus berlanjut. Ia mulai merumuskan kembali pembangunan infrastruktur baru. Dedikasinya dipuji banyak pihak. Mahfud MD, apalagi. Mantan Ketua MK itu bahkan menganggap Basuki adalah salah satu menteri terbaik yang dimiliki Jokowi.

Mahfud MD pun menginfokan bahwa keseriusan Basuki bekerja sampai rela rumahnya digusur. Informasi itu disampikan Mahfud lewat Twitter/X pada 15 Mei 2019. Rumah Basuki digusur untuk melancarkan pembangunan jalan tol di Bekasi -- jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek.

Jalan layang tol Jakarta-Cikampek. (Wikimedia Commons)

"Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Bekasi akan digusur untuk proyek jalan tol. Padahal dia yang menjadi pimpinan pembuatan jalan.”

"Kemarin sore saya dapat cerita dari teman-temannya betapa sederhananya gaya hidup Pak Basuki. Sejak mahasiswa dulu, termasuk saat studi di Amerika Serikat, ibadahnya kenceng, termasuk rajin salat tahajud untuk selalu bermunajat kepada Allah. Dia adalah pejabat yang rendah hati," ujar Mahfud sebagaimana dikutip laman tempo.co, 15 Mei 2019.

Informasi dari Mahfud menyebar ke mana-mana. Pujian kepada Basuki berdatangan. Bahkan, Basuki dianggap sebagai satu-satunya menteri aktif yang pernah jadi korban gusuran pemerintahannya sendiri.