JAKARTA – Memori hari ini, lima tahun yang lalu, 14 Mei 2020, band kesohor asal Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Guns N’ Roses mengejek Donald Trump yang tak percaya pandemi COVID-19 ganas lewat kaus: Live N' Let Die with COVID 45. Kaus itu diperjualbelikan supaya ejekannya kian menyebar.
Sebelumnya, Trump tak pernah percaya dengan virus korona yang mudah menular. Presiden AS memandang virus korona tak lebih dari flu biasa. Alias tak mematikan. Kondisi itu membuat Trump ogah menggunakan masker.
Seisi dunia panik dengan hadirnya pandemi COVID-19. Pandemi itu membuat banyak negara kelabakan. Upaya memutus mata rantai virus dari Wuhan sulit bukan main. Alih-alih berhasil, pendemi membawa banyak masalah baru. Penularan meningkat dan ekonomi anjlok.
Pemimpin negara-negara dunia mulai kebakaran jengot. Mereka panik dan segera menerapkan langkah pembatasan sosial. Namun, kepanikan itu tak dirasakan oleh Donald Trump. Presiden AS itu tak percaya pandemi COVID-19 ganas.
Ia merasa virus itu tak lebih dari flu biasa saja. Tiada perlu ditakutkan. Tiada yang perlu mengeluarkan dana banyak untuk virus korona. Dunia pun diminta Trump terus membuka saja negaranya. Trump menganggap biang keladi dari semuanya adalah China.
BACA JUGA:
Ia meminta China segera membereskan masalah yang ada. Ketidakpercayaan Trump kepada COVID-19 membuat angka penularan virus di AS meningkat. Semuanya karena banyak di antara rakyat AS yang mengikuti langkah Trump.
Aktif bekerja, keluar rumah, hingga tak mau menggunakan masker. Padahal itu adalah instruksi dari badan kesehatan dunia, WHO. Akibatnya AS jadi salah satu negara dengan angka penularan virus korona tinggi.
Langkah pencegahan yang dilakukan pemerintahan Trump pun terbatas dan tak pernah serius. Trump justru mendukung maskapai penerbangan melakukan aktivitas seperti biasanya.
"AS akan sangat mendukung industri-industri seperti maskapai penerbangan dan lainnya, yang secara khusus dipengaruhi virus China (COVID-19)," ungkap Trump dalam akun Twitter/X @realDonaldTrump, 15 Maret 2020.
Trump saja ke sebuah pabrik masker justru tak menggunakan masker di tengah COVID-19 tengah mengganas di AS. Kondisi itu membuat gubernur negara bagian AS mencoba jalan sendiri-sendiri. Mereka menerapkan langkah memutus mata rantai COVID-19 tanpa komando pemerintah pusat.
Langkah yang diambil Trump membuat berang banyak orang. Guns N’Roses salah satunya. Band hard rock asal Los Angeles yang kembali digerakkan Axl Rose itu geram melihat tingkah Trump yang tak percaya COVID-19. Band yang kini sering gonta-ganti personil itu mencoba mengkritik Trump.
Mereka kemudian mendapatkan ide. Ide itu didapat dari menyaksikan tayangan televisi aksi Trump datang ke pabrik masker tanpa menggunakan masker. Kedatangannya disambut dengan pihak pabrik yang memutar lagu Live and Let Die milik Guns N’ Roses dari album Use Your Illusion I yang dirilis tahun 1991.
Alhasil, Guns N’ Roses pun membuat kaus khusus yang kalimat Live N' Let Die with COVID 45. Ejekan itu dikhususkan supaya Trump mati bersama virus dari Wuhan. Sedangkan angka 45 merujuk kepada posisi Trump sebagai Presiden AS ke-45.
Baju itu lalu dijual secara online mulai 14 Mei 2020. Harga yang dipatok hanya 25 dolar AS. Semua keuntungannya pun akan didonasikan ke MusiCares. Tujuannya supaya keuntungan dari penjualan bisa membantu banyak pekerja di industri musik yang terdampak virus korona.