JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 26 Februari 2021, Bobby Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan yang baru. Pelantikan itu membuat menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu berjanji menyelesaikan segala macam problema Kota Medan, dari infrastruktur, sampah, hingga banjir.
Sebelumnya, kehadiran Bobby dalam peta politik nasional tak bisa dilepaskan dari Jokowi. Bobby pun mengikuti jejak mertuanya untuk bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia mulai menatap mimpi jadi pemimpin Kota Medan.
Pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu menghebohkan seisi Nusantara pada 8 November 2017. Kehebohan itu karena yang menikah adalah putri Presiden Jokowi. Semua elit politik negeri berbondong-bondong datang dan mengucapkan selamat di Graha Saba Buana, Solo, Jawa tengah.
Tamu undangan acara Bobby-Kahiyang mencapai 8 ribu orang. Mereka yang datang berasal dari berbagai macam kalangan, dari pejabat negara hingga warga setempat. Momentum pernikahan berjalan lancar. Jokowi berharap Bobby dan anaknya, Kahiyang dapat langgeng.
Bobby pun melanjutkan hidupnya sebagai pengusaha. Ia bak nyaman memilih kariernya sebagai pengusaha dibanding masuk ke dunia politik. Khalayak pun menilai positif langkah Bobby. Namun, belakangan Bobby justru secara mengejutkan muncul dalam bursa calon Wali Kota Medan.
BACA JUGA:
Namanya didengungkan di seantero Medan. Ia muncul sebagai calon kuat. Orang-orang berpikir ada Jokowi di belakangnya. Sekalipun Jokowi menolak klaim tersebut. Jokowi tak ingin ikut campur. Bobby bak menyambut tantangan masuk ke dunia politik.
Ia memilih kendaraan politik yang sama seperti mertuanya, PDIP pada 3 Desember 2019. Keinginan Bobby bersambut. PDIP menerimanya dengan baik. Kemudian PDIP mulai bergerak mencari pendamping Bobby.
"Kalau masalah restu, pak Jokowi kan anak menantunya terserah mau jadi apa, mau ke bisnis birokrat, profesional, terserah. Contohnya dulu istri saya mau daftar CPNS tidak ada intervensi dari mertua saya. Jadi memang tidak pernah menekan. Kita maju dengan persiapan mulai persiapan diri sendiri, melihat kemampuan diri sendiri sampai kita melihat masalah di Medan ini seperti apa.”
“Kalau saya rasa, saya sendiri sudah memahami masalah Kota Medan, dan saya rasa saya bisa mengendalikan masalah itu, baru saya mencalonkan diri saya sebagai bakal calon wali kota. (urusan pasangan) Itu kebijakan masing-masing partai untuk menjodohkan. Kita mendaftar komunikasi kita sudah ke sekretaris. Untuk wakil, kita semua sudah sepakat lebih ke kriteria, bukan siapanya. Kriteria siapanya yang pas menangani masalah di Medan,” ujar Bobby, dikutip laman CNN Indonesia, 3 Desember 2019.
Partai yang mendukung Bobby pun bejibun. Koalisinya gemuk. Bobby lalu dipasangkan dengan Aulia Rachman. Narasi itu membuat Bobby kian percaya diri dapat memenangkan Pilkada Medan. Puncaknya, Bobby jadi Wali Kota Medan terpilih pada 9 Desember 2020.
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi baru resmi melantik Bobby sebagai Wali Kota Medan pada 26 Februari 2021. Pelantikan itu membuat Bobby langsung berjanji menjawab segala macam problema Kota Medan, dari urusan pembangunan infrastruktur, sampah, hingga banjir.
"Saya yakin masalah infastruktur dua tahun ke depan masalah infastruktur bisa selesai. Mulai hari ini jangan lagi kerja sendiri sendiri dan jangan sampai ada merasa superhero. Hilangkan ego sentris lembaga. Masalah banjir akan kita selesaikan mulai dari hulu hingga ke hilir dan tetap minta dukungan pemerintah pusat," ujar Bobby sebagaimana dikutip laman sindonews, 26 Februari 2021.