JAKARTA - Maraknya biro perjalanan umrah dianggap sebagai tanda pertumbuhan ekonomi. Namun, tak semua kehadiran biro perjalanan umrah amanah. Beberapa di antaranya justru ada yang berbuat curang atau penipuan. Ambil contoh kasus First Travel hingga Abu Tours.
Kondisi itu membuat geram segenap rakyat Indonesia. Arteria Dahlan, utamanya. Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berang bukan main dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang gagal menindak biro perjalanan umrah penipu. Ia pun memaki Kemenag bangsat.
Biro perjalanan umrah jadi andalan umat Islam Indonesia beribadah ke Arab Saudi. Barang siapa yang ingin berangkat dan beribadah umrah, tinggal menyiapkan dana besar saja. Daftar dan berangkat bisa pada tahun yang sama. Beda dengan haji yang harus menanti antrian kuota bertahun-tahun.
Kondisi itu membuka ladang pekerjaan baru. Biro perjalanan umrah bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi hadir. Mereka kemudian menawarkan paket umrah yang terjangkau. Kadang juga perang harga terjadi. Namun, beberapa di antara biro perjalanan umrah mulai mengeluarkan promosi harga tak masuk akal.
Kondisi itu diperlihatkan oleh First Travel. Mereka menawarkan umrah paket promo yang hanya berharga Rp14,3 juta– rekomendasi Kemenag di atas Rp20 jutaan. Paket itu diserbu banyak orang. Mereka berharap bisa pergi ke Arab Saudi dengan biaya yang terjangkau.

Mulanya mulus saja. Perjalanan lancar jaya. Belakangan masalah satu demi satu hadir. Hotel yang dijanjikan bintang empat berubah jadi bintang tiga. Kemudian, masalah jamaah gagal berangkat mulai menghantui pada 2017.
First Travel meminta tambahan dana. Puncaknya, dana yang diberikan nyatanya tak membuat kurang lebih 50 ribu orang versi agen gagal berangkat. Versi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) 17 ribu orang gagal berangkat.
Belum selesai kasus First Travel muncul lagi kasus baru biro perjalanan umrah Abu Tours. Biro perjalanan umroh itu tak mampu memberangkatkan kurang lebih 80 ribu calon Jemaah umrah pada 2018. Kehadiran Abu Tours kian memperburuk citra Kemenag mengawasi biro perjalanan umrah di Indonesia.
"Dijanjikan tanggal 15 Januari, mundur lagi tanggal 20 Januari, di reschedule lagi tanggal 30 Januari. Mereka sudah terima koper, terima baju, bahkan selamatan dengan keluarga dan tetangga. Saya bawa 150 orang jemaah.”
“Ini dari Abu Tours, reschedule lagi sampai 10 Februari, belum juga ada kejelasan. Makanya ke sini minta kembali dana. Ternyata tidak diberangkatkan. Tidak ada inisiatif baik bantu agen. Kita jadi bingung karena kantor (Abu Tours) tutup, karyawan dirumahkan. Ini tutup, kita mengadu kemana?” ungkap salah seorang agen Abu Tours sebagaimana dikutip laman merdeka.com, 12 Februari 2018.
Makian Artaria Dahlan
Dua kasus besar penipuan bisnis biro perjalanan umrah membuat berang banyak orang. Mereka mengecam biro perjalanan umrah penipu – First Travel dan Abu Tours—yang tak amanah. Korban yang gagal berangkat umrah bejibun. Padahal, tak semuanya berasal dari kaum berpunya.
Kondisi itu memunculkan simpati dari mana-mana. Arteria Dahlan, utamanya. Anggota komisi III itu geram membahas soal kasus penipuan ibadah umrah dalam rapat kerja antara Komisi III dengan Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo di Gedung DPR pada 28 Maret 2018.
Ia mempermasalahkan peran dan kinerja Kemenag. Arteria beranggapan Kemenag jadi lembaga penting yang menangani urusan perjalanan umrah harus tanggung jawab penuh. Namun, Kemenag tak kompeten. Mereka tak segera menindak biro perjalanan umroh penipu. Lambat pula kerjanya.

Emosinya pun tak tertahankan. Ia mengumpat: Kemenag bangsat. Umpatan itu diarahkan karena Kemenag telah membuat rugi banyak umat Islam di Indonesia yang tertipu biro perjalanan umroh nakal.
Umapatan Arteria heboh di mana-mana. Umpatan itu sampai memunculkan pro dan kontra. Mereka yang mendukung Arteria tak sedikit. Mereka mengungkap umpatan Arteria layak keluar karena Kemenag yang seharusnya bisa menindak justru tak melakukan tugasnya dengan baik.
Mereka yang kontra mengungkap bahwa umpatan Arteria tak layak keluar dari mulut seorang wakil rakyat. Namun, Arteria tak ambil pusing. Ia terus mencoba membela nasib rakyat.
Perkara diksi yang digunakan ia tak ambil pusing karena yang dibelanya hajat hidup rakyat. Arteria sebagai anggota DPR jelas punya hak imunitas yang melindunginya berbicara.
BACA JUGA:
"Ini Kemenag bangsat Pak, semuanya Pak. Saya buka-bukaan. Ini saya sama Pak Menteri ngomong yang sama, Menteri Agama. Malah dikatakan makasih Mas Tery saya diingatkan.”
"Kementerian Pariwisata sama Pak. Mana ada publik ya di negara ini disalahkan. Kok kalian percaya ada ongkos biaya haji yang murah. Ya terang aja kalian ditipu. Itu yang saya katakan, sakit. Yang dicari jangan inventarisasi, pencegahannya Pak," pungkas Arteria Dahlan sebagaimana dikutip laman CNN Indonesia, 28 Maret 2018.