Sejarah dan Perkembangan Pemuda Pancasila
Japto Soerjosoemarno pemimpin Ketua Pemuda Pancasila (Sumber: bpk-pp)

Bagikan:

JAKARTA - Dua hari sebelum ulang tahun yang ke-60, Pemuda Pancasila (PP) mengangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota kehormatan. Jokowi juga membuka Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila. Di kesempatan itu Jokowi memuji peran Pemuda Pancasila dalam penyelengaraan agenda politik nasional. Pemuda Pancasila telah melewati perjalanan sejarah panjang juga evolusi serta perkembangan keorganisasian. Seperti apa sejarah Pemuda Pancasila?

Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila digelar di Lagoon Garden, Hotel Sultan, Jakarta. Selain Jokowi, Ma'ruf juga diangkat menjadi anggota kehormatan dalam rangkaian agenda acara. Keduanya sama-sama mendapatkan kartu anggota yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno.

Usai pengangkatan Ma'ruf, Japto mengatakan, sebagai pemegang kartu anggota, Jokowi dan Ma'ruf akan mendapat perlindungan dari Pemuda Pancasila. "Kemarin kami mengangkat bapak Jokowi. Ada yang tanya, 'kok ambilnya (kartu anggota) dari kantong bukan di nampan?' Ini tanda. Orang Jawa ada filosofi, kalau di kantong, saya bertanggung jawab melindungi siapa pun pemegang kartu anggota Pemuda Pancasila itu," kata Japto, dikutip CNN.

Presiden Jokowi dalam Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila (BPMI Setpres/Rusman)

Wakil Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga menyatakan hal yang sama. Bambang Soesatyo menegaskan PP tak bakal membiarkan siapapun mengganggu Jokowi-Ma'ruf. Bahkan Bamsoet menyebut PP bakal jadi preman ganas kalau Jokowi-Ma'ruf diganggu.

"Kami akan menjelma menjadi preman dan buas kembali manakala ada yang mengganggu kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila dan coba-coba mengganggu Presiden Jokowi selaku kepala negara," kata Bamsoet dalam pidatonya di pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila.

Meski begitu Bamsoet menyebut Pemuda Pancasila bukan organisasi preman biasa. Pemuda Pancasila telah berkembang, Pemuda Pancasila "tidak lagi menggunakan golok, tato atau kumis tebal. Kami sekarang lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan dalam menguasai wilayah."

A.H. Nasution dan latar belakang berdirinya Pemuda Pancasila

Jenderal AH Nasution (Sumber: Commons Wikimedia)

Pendiri Pemuda Pancasila adalah Abdul Haris Nasution. Pemuda Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1959, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-31. Tujuan awal pembentukan Pemuda Pancasila adalah untuk menghadapi dominasi Pemuda Rakyat (PR), sebuah organisasi sayap di bawah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Untuk memahami latar belakang berdirinya Pemuda Pancasila lebih jauh, kita harus mundur ke pertengahan 1950-an. Kala itu Nasution masih aktif berpolitik. Partai yang ia dirikan, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) mengikuti Pemilu 1955. IPKI didirikan Nasution bersama Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel Azis Saleh.

Harapan IPKI di pemilu itu besar. Mereka mengidamkan basis massa dari kalangan mantan pejuang dan prajurit TNI. Iya, kala itu tentara masih boleh memilih dan berpolitik. Namun harapan itu kandas. Ditulis Tirto, IPKI bahkan dikalahkan Nahdlatul Ulama (NU) yang jadi pemenang nomor 3 dan PKI di posisi 4. Pada akhir 1955, Presiden Soekarno memanggil Nasution yang habis masa skorsnya.

Iya, di tahun-tahun sebelumnya Nasution menjalani skors sebagai buntut peristiwa 17 Oktober 1952. Dilansir Kompas.com, pada 17 Oktober, para perwira militer bersama 30 ribu demonstran berunjuk rasa ke Istana Merdeka, beserta tank, meriam, juga persenjataan artileri yang diarahkan ke Istana. Tapi ini bukan pemberontakan, apalagi penyerangan. Mereka menuntut pembubaran parlemen dan penghentian konflik di dalam tubuh militer.

Kembali ke saat di mana masa skors Nasution habis. Nasution kembali menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Menurut Loren Ryter dalam makalah di jurnal Indonesia, Pemuda Pancasila: The Last Loyalist Free Men of Suharto's New Order, Nasution adalah orang di balik keberhasilan lobi yang mendorong Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Dekrit itu berdampak pada sejumlah hal, seperti perubahan bentuk pemerintahan dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial, menghapus konstituante dan DPR hasil Pemilu 1955, membentuk DPR GR, menghapus Perdana Menteri, mengganti UUDS 1950 dengan UUD 1945 sebagai dasar negara, hingga meningkatkan kekuasaan Soekarno dan memulai Dwi Fungsi ABRI.

Pada masa itu PKI sedang kuat-kuatnya. Kekuatan itu bertambah ketika Pemuda Rakyat didirikan sebagai organisasi pemuda PKI. Nasution tak mau kalah. Beberapa bulan setelah dekrit dikeluarkan, tepatnya 28 Oktober 1959, Pemuda Pancasila dideklarasikan sebagai organisasi pemuda di bawah IPKI. Pemuda Pancasila memancing banyak anak tentara bergabung.

Perkembangan keorganisasian Pemuda Pancasila

Nama Pemuda Pancasila mulai berkibar memasuki tahun 1965, tepatnya dalam peristiwa G30S. Ulf Sandhaussen, dalam Politik Militer Indonesia 1945-1967 mengisahkan pembantaian yang dilakukan Pemuda Pancasila bersama SOKSI --yang dikontrol tentara-- juga kelompok Islam dan Kristen di Sumatra Utara. Sasaran mereka adalah orang-orang dengan cap komunis.

Ian Douglas Wilson, dalam Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru menjelaskan kebesaran Pemuda Pancasila pada masa Orde Baru. Pemuda Pancasila tak terganggu, bahkan di sepanjang periode ketika operasi penembakan misterius (Petrus) berjalan. Hampir tak ada anggota --jika tak ingin disebut preman-- Pemuda Pancasila yang tersentuh.

Kebesaran Pemuda Pancasila memancing lebih banyak orang untuk masuk. Rata-rata dari mereka adalah preman. Semuanya tertarik mengenakan setelan loreng oranye, seragam kebesaran Pemuda Pancasila. Citra Pemuda Pancasila saat itu memang menarik. Mereka mengamankan persepsi sebagai organisasi nasionalis yang disokong tentara.

Di masa Orde Baru, Pemuda Pancasila mengembangkan tiga prinsip: otot, omong, dan otak. Makna di balik itu, Pemuda Pancasila ingin anggota-anggotanya tak cuma kuat dan berani pasang fisik, tapi juga pandai bicara dan berpikiran cerdik serta pandai.

Pemuda Pancasila (Instagram/@infopemudapancasila)

Dikutip dari jurnal Pemuda Pancasila dan Rezim Represif Orde Baru karya Abdul Arif, tiga prinsip itu jadi makna dari warna loreng oranye seragam Pemuda Pancasila. Mengganti seragam yang semula jingga polos menjadi loreng oranye, Pemuda Pancasila ingin menonjolkan tiga kekuatan itu.

Sistem lambang lain dari Pemuda Pancasila adalah logo yang terdiri dari bintang, rantai, pohon, banteng, serta padi dan kapas. Dikutip dari situs Pemuda Pancasila Malang Kota, bintang bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa. Rantai melambangkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Gambar pohon beringin hijau dimaknai Persatuan Indonesia.

Simbol-simbol dalam logo Pemuda Pancasila dimaknai sebagai unsur-unsur Pancasila. Termasuk kepala banteng yang melambangkan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, juga Padi dan kapas yang merepresentasikan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kepemimpinan Japto Soerjosoemarno

Pada Musyawarah Besar Pemuda Pancasila III tahun 1981 di Cibubur, Japto Soerjosoemarno terpilih menjadi ketua. Kepemimpinan Japto di Pemuda Pancasila langgeng hingga kini. Japto adalah adik dari aktris Marini, anak dari Mayor Jenderal Soerjosoemarno dan Dolly Zegerius, seorang Belanda-Yahudi.

Sejak muda, Japto adalah sosok yang disegani. Ia memimpin geng Siliwangi Boys Club (234-SC), yang anggotanya terdiri dari para perokok Djie Sam Soe. Loren Ryter, dalam buku Pemuda Pancasila: The Last Loyalist Free Men of Suharto's New Order menceritakan, “Para ketua dan anggota Pemuda Pancasila menganggapnya pintar karena ia (Japto) adalah keturunan Yahudi.”

Ilustrasi gambar Japto Soerjosoemarno (Instagram/@infopemudapancasila)

Di masa Orde Baru, Japto membawa PP menjadi organisasi kepemudaan di bawah Partai Golongan Karya (Golkar). Oleh Golkar, Pemuda Pancasila dimanfaatkan untuk memobilisasi dukungan kalangan pemilih muda di sepanjang pemilihan umum yang digelar Orde Baru. Di masa-masa inilah kedekatan Japto dan tokoh-tokoh Orde Baru menguat.

Orde Baru juga memanfaatkan Pemuda Pancasila, bersama Pemuda Panca Marga (PPM), serta Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) untuk melakukan intimidasi dan penyerangan terhadap lawan dan pengkritik pemerintah Soeharto. Setelah Soeharto mengundurkan diri, beberapa anggota Pemuda Pancasila dimanfaatkan sebagai pasukan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa).

Japto Soerjosoemarno (Sumber: bpk-pp)

Ian Douglas Wilson, dalam Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru juga menjelaskan bagaimana anggota-anggota Pemuda Pancasila tetap bertahan di industri kehidupan malam di Jakarta. Tak hanya itu. Pemuda Pancasila juga bergerak dalam persoalan tanah.

“Pemuda Pancasila secara reguler bekerja atas nama taipan properti seperti Tommy Winata untuk mengosongkan tanah warga secara paksa dan kerjasama serupa juga berlanjut pasca orde baru,” tulis Wilson.

Dengan segala perkembangan dan evolusi keorganisasian, Pemuda Pancasila di bawah Japto adalah organisasi yang tak pernah dibayangkan Nasution. Jika ada yang tertinggal, paling-paling adalah semangat antikomunis yang tetap terjagai hingga hari ini.

*Baca Informasi lain soal PEMUDA PANCASILA atau baca tulisan menarik lain dari Yudhistira Mahabharata.

 

MEMORI Lainnya