Barongsai: Singa-Singa Pembawa Hoki dan Sejarah di Sekelilingnya
Ilustrasi foto Barongsai (Sumber: Commons WIkimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Tahun Baru China atau Imlek dirayakan dengan berbagai tradisi, adat istiadat, dan berbagai hal yang dianggap mendatangkan hoki. Salah satu tradisi yang paling identik dengan Imlek adalah pertunjukan Barongsai, yang merupakan ritual China kuno untuk mengusir roh jahat dan memberkati bisnis atau rumah.

Berbicara tentang Barongsai, masyarakat China telah lama berdandan seperti binatang untuk memberikan pertunjukan tarian, sebuah praktik yang berasal dari dinasti Qin, sekitar 220 SM. Saat itu terdapat tulisan yang menggambarkan eksorsisme dengan penari yang mengenakan topeng kulit beruang.

Mengapa sosok singa besar yang mengedipkan mata dan berwarna-warni ini menjadi gambaran pertama yang terlintas dalam pikiran saat kita menyebut Barongsai? Ini berkat diaspora Tionghoa dari provinsi selatan seperti Guangzhou dan migrasi massal Hong Kong ke seluruh dunia dalam setengah abad terakhir.

Mereka membawa tradisi dan keinginan untuk keberuntungan bersama dengan memainkan Barongsai. Mengutip SCMP, Selasa, 9 Februari, kata "singa" awalnya terdapat dalam teks Dinasti Han yang diajukan ke pengadilan oleh utusan dari Asia Tengah.

Namun tidak dideskripsikan sebagai tarian sampai kemudian masuk era Dinasti Tang. Saat Dinasti Tang, pertunjukan Barongsai ada di pesta mewah, melibatkan lima singa berbeda warna, 12 "pemuda singa" atau penari yang bertugas menggerakkan singa, ditemani oleh 140 penyanyi.

Singa-singa Barongsai

Dalam puisinya, penyair klasik China, Bai Juyi menggambarkan Barongsai sebagai tarian baris yang dilakukan oleh dua penari hu --orang non-Han dari Asia Tengah. Mereka mengenakan kostum singa yang kepalanya terbuat dari kayu, ekor sutra dan tubuh berbulu, dengan mata berlapis emas dan gigi berlapis perak serta telinga yang bergerak.

Di masa dinasti Song, singa pada pertunjukan Barongsai merupakan Singa Utara. Singa Utara memiliki kepala kayu bercat emas, memiliki pita di kepalanya, dan bulu kuning di sekujur tubuhnya. Terdapat dua Singa Utara yang ditunjukkan, yang satu memiliki pita merah di kepalanya yang mana adalah singa jantan.

Sementara, singa betina biasanya memiliki ikat kepala hijau. Perbedaan jenis kelamin dibuat karena tarian tersebut menggambarkan keluarga singa. Pertunjukannya lebih gesit untuk menggambarkan keceriaan, bahkan terdapat akrobat.

Ada juga pertunjukan dengan Singa Selatan, yang diketahui lebih rumit daripada Singa Utara. Singa Selatan diyakini berasal dari Guangzhou. Singa Selatan muncul dalam mimpi Kaisar Qianlong selama tur Selatannya. Ia lalu memberi perintah untuk menggambar seekor hewan sesuai dengan deskripsinya, jadilah Singa Selatan. Sejak saat itu, Singa Selatan digunakan dalam pertunjukan berbagai festival. 

Pertunjukan Barongsai biasanya terbagi menjadi dua, yaitu jenis sipil dan bela diri. Lebih banyak gerakan dan kedipan untuk meniru gerakan hewan dalam tarian Barongsai sipil. Sementara Barongsai bela diri gerakannya lebih energik dan melibatkan banyak akrobat.

Barongsai yang biasa kita lihat sekarang adalah Barongsai Singa Selatan. Lebih sering daripada tidak, pertunjukan Barongsai sipil dilakukan karena ruang terbatas, tetapi Barongsai bela diri juga dipertunjukkan pada pertemuan dan festival yang lebih besar.

Dari New York ke Sydney, dan Vancouver ke Kuala Lumpur, bahkan di Indonesia, makhluk-makhluk luar biasa dipertunjukkan saat perayaan Imlek untuk memberkati tahun baru. Meski demikian untuk tahun ini, perayaan Imlek tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Hal tersebut dikarenakan dunia masih di bawah pandemi dan orang-orang harus tetap menjaga jarak.

 

MEMORI Lainnya