Bagikan:

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, tenis mengalami pergeseran makna di kalangan masyarakat urban. Olahraga ini tak lagi identik dengan kompetisi semata, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menggabungkan aktivitas fisik, hingga relasi sosial.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya komunitas tenis, tren sportswear premium, hingga hadirnya berbagai acara tenis yang dikemas lebih santai dan eksklusif.

Tren tersebut tercermin dalam acara Serve & Social yang digelar Metro Tennis Terminal bersama On Indonesia pada 10 Mei 2026 di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, Jakarta.

Acara ini menghadirkan pengalaman tenis yang lebih personal melalui kombinasi olahraga, interaksi komunitas, dan eksplorasi produk.

Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan tidak hanya bermain tenis, tetapi juga mencoba langsung sepatu The Roger Pro 3, mengenakan apparel tenis dari On, mengikuti sesi coaching, hingga menjajal sejumlah raket terbaru melalui program demo racket.

Acara juga diisi dengan sesi networking dan interaksi antarkomunitas yang melibatkan pegiat olahraga, kreatif, dan lifestyle di Jakarta.

Sejumlah figur publik turut hadir dalam acara ini, di antaranya Dion Wiyoko, Ernanda Putra, Ellyse Sinsilia, Aero Aswar, Aqsa Aswar, Aurelia Nadine, Joseph Sebastian, Cissylia Stefani van Leeuwen, Boy Pablo, hingga Iku Thaharia.

Menurut Michael Luhukay selaku CMO Metro Tennis Terminal, perkembangan tenis saat ini menunjukkan bahwa olahraga tersebut telah menjadi bagian dari kultur urban yang lebih luas.

“Tenis sedang berada di fase yang menarik karena tidak lagi hanya dipandang sebagai olahraga kompetitif. Sekarang tenis juga menjadi ruang untuk membangun koneksi, menjaga wellness, sekaligus bagian dari gaya hidup modern,” ujar Michael dalam keterangannya kepada VOI, Senin, 25 Mei.

Ia menambahkan bahwa melalui Serve & Social, Metro Tennis Terminal ingin menghadirkan pengalaman yang terasa lebih dekat dan personal bagi komunitas tenis.

“Lewat acara seperti ini, kami ingin mempertemukan pemain, kreator, public figure, hingga brand dalam satu pengalaman yang lebih relevan dengan perkembangan scene tenis saat ini,” katanya.

Michael juga menjelaskan Metro Tennis Terminal ingin membangun ekosistem racket sports yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman bermain dan keterhubungan antarpemain.

“Bukan hanya soal produk, tetapi bagaimana orang bisa merasa lebih connected dengan olahraga, perlengkapannya, dan komunitasnya. Pengalaman seperti itu yang ingin kami bangun,” lanjutnya.

Pada sesi on-court, peserta mendapatkan coaching session bersama pelatih profesional dari Aspire Academy yang memiliki pengalaman internasional, termasuk pernah menjadi hitting partner Novak Djokovic serta memiliki rekam jejak sebagai pemain ATP Top 600. Setelah sesi latihan, peserta mengikuti fun games dan mencoba berbagai perlengkapan tenis yang tersedia.

Selain menghadirkan footwear dan apparel dari On, acara ini juga menyediakan demo racket dari sejumlah koleksi terbaru seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, hingga Babolat Pure Aero 2026. Kehadiran sesi trial ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal karakter perlengkapan tenis yang sesuai dengan gaya bermain mereka.

Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay “Jay” Kuckreja, mengatakan bahwa konsep retail tenis kini mulai berkembang ke arah pengalaman yang lebih menyeluruh.

“Pemain saat ini tidak hanya mencari produk, tetapi juga ingin memahami perlengkapan yang paling sesuai dengan gaya bermain mereka. Karena itu, pengalaman seperti trial racket, konsultasi, hingga edukasi menjadi semakin penting,” ujar Jay.

Sebagai brand yang telah hadir di industri racket sports Indonesia sejak 1977, Metro Tennis Terminal berupaya menghadirkan konsep retail yang memadukan komunitas, pengalaman bermain, serta pendekatan lifestyle dalam satu ekosistem.