Bagikan:

JAKARTA – Seiring Indonesia memperkuat posisinya untuk menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia pada 2045, kecerdasan buatan (AI) semakin diakui sebagai mesin pertumbuhan utama. Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, telah menegaskan bahwa penguasaan AI tidak lagi bersifat opsional, melainkan esensial untuk mencapai daya saing nasional jangka panjang. Dengan inisiatif yang berfokus pada perluasan infrastruktur digital dan pengembangan lebih dari 10,7 juta talenta digital pada 2030, Indonesia tengah mempercepat transformasinya menuju ekonomi yang lebih maju dan berbasis teknologi.

Momentum nasional yang terus berkembang ini menciptakan peluang signifikan bagi kolaborasi antara sektor publik dan swasta, terutama dengan para pemimpin teknologi global yang dapat memberikan kontribusi pada kapabilitas dan inovasi tingkat lanjut. Dalam konteks ini, Bosch memajukan Strategi 2030 miliknya dengan memposisikan kecerdasan buatan, otomasi, dan digitalisasi sebagai penggerak utama pertumbuhan jangka panjangnya, dalam arah yang selaras dengan agenda ekonomi digital Indonesia.

Stefan Hartung, chairman of the board of management of Robert Bosch GmbH, menyatakan, “Sebagai pemimpin teknologi global, kami berkomitmen untuk membentuk tren otomasi, digitalisasi, elektrifikasi, dan kecerdasan buatan, karena hal ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan yang menguntungkan dalam bisnis kami. Prasyarat penting untuk hal ini adalah efek penghematan biaya dari langkah-langkah struktural yang telah kami inisiasi serta inovasi di semua lini bisnis.”

Komitmen Bosch terhadap inovasi didukung oleh investasi substansial dalam teknologi yang berorientasi pada masa depan. Pada tahun 2025 saja, perusahaan mengalokasikan sekitar 12 miliar euro untuk penelitian dan pengembangan serta belanja modal, guna memperkuat kepemimpinan teknologinya meskipun menghadapi tantangan ekonomi global yang sedang berlangsung. Bosch mencatatkan pendapatan penjualan sebesar 91,0 miliar euro pada tahun 2025, yang mencerminkan peningkatan sebesar 4,1 persen setelah disesuaikan dengan efek nilai tukar.

Kecerdasan buatan telah memainkan peran transformatif di seluruh operasi global Bosch, terutama di sektor mobilitas. Dengan pasar global untuk perangkat lunak otomotif yang diproyeksikan mencapai sekitar 200 miliar euro pada tahun 2030, Bosch terus memperluas kapabilitas berbasis AI-nya. Sebagai contoh, AI Extension Platform milik Bosch memungkinkan pengalaman berkendara yang sangat personal melalui penginderaan canggih dan pemrosesan data secara waktu nyata (real-time), yang meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan.

Di luar sektor mobilitas, Bosch juga mengintegrasikan AI ke dalam bisnis konsumen dan industrinya. Mulai dari peralatan rumah tangga berkemampuan AI hingga alat pertukangan (power tools) canggih dengan deteksi objek cerdas, inovasi-inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Pendekatan ini mencerminkan filosofi Bosch yang lebih luas, yaitu "Invented for Life" (Teknologi untuk Kehidupan), yang berfokus pada penyampaian solusi yang bermakna dan berpusat pada pengguna.

Ke depan, Bosch tetap berfokus pada penguatan daya saing sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. “Daya saing adalah landasan bagi pertumbuhan yang menguntungkan – hal ini mengamankan investasi kami untuk masa depan,” ujar Markus Forschner, member of the board of management and chief financial officer of Robert Bosch GmbH.“Hal ini memperkuat ketahanan kami dalam menghadapi tantangan mendatang dan pada saat yang sama meningkatkan kapasitas investasi kami untuk masa depan.”

Seiring dengan kecerdasan buatan yang terus membentuk kembali industri dan ekonomi di seluruh dunia, keselarasan antara Strategi 2030 Bosch dengan agenda transformasi digital nasional Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang. Dengan menggabungkan keahlian teknologi global dengan pengembangan pasar lokal, Bosch bertujuan untuk memainkan peran yang bermakna dalam mendukung perjalanan Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju, tangguh, dan digerakkan secara digital.

Mewujudkan visi ini secara lokal, Bosch menerjemahkan strategi globalnya menjadi dampak lokal yang nyata. Perusahaan melaporkan pertumbuhan dua digit yang kuat di beberapa area bisnisnya, yang didorong oleh fokus pada pembangunan kapabilitas lokal, penguatan kemitraan, dan pengenalan teknologi yang relevan ke pasar. “Kami telah melihat pertumbuhan dua digit yang kuat di beberapa lini bisnis kami di Indonesia. Prioritas kami adalah untuk terus membangun kapabilitas, memperkuat kemitraan, dan mendekatkan teknologi yang relevan ke pasar seiring upaya kami mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Pirmin Riegger, managing director of Bosch in Indonesia.

Bosch terus memperluas jejaknya di seluruh Indonesia melalui berbagai inisiatif yang mendukung transformasi industri dan mobilitas di negara ini. Hal ini mencakup pengenalan kembali Bosch Car Service, yang telah berkembang menjadi jaringan 20 bengkel operasional, serta pembentukan 32 titik penjualan dan servis baterai otomotif di seluruh negeri. Selain itu, Bosch telah meluncurkan Home Experience Centers dan Power Tools Blue Store, yang memberikan akses langsung kepada pelanggan terhadap inovasi terbaru mereka.

Upaya-upaya ini diperkuat oleh kampanye “Beres, Bosch”, yang melokalisasi janji merek global perusahaan dengan menekankan keandalan dan penyelesaian masalah tanpa hambatan dalam konteks sehari-hari. Melalui pendekatan ini, Bosch memperkuat relevansinya di kalangan konsumen Indonesia sekaligus mendukung perjalanan transformasi digital yang lebih luas.

Pada saat yang sama, Bosch menyadari bahwa pertumbuhan berkelanjutan harus bersifat inklusif. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, “Bosch Bersama Negeri,” perusahaan terus mendukung inisiatif pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, termasuk program-program di Nabire, Papua Tengah, bekerja sama dengan mitra lokal.