JAKARTA – Aktris muda Shalom Razade kembali menunjukkan totalitasnya di industri layar lebar. Kali ini, ia didapuk memerankan karakter Isabella, sosok di balik hantu "Penebok" dalam film horor The Bell: Panggilan untuk Mati yang hidupnya berlatar zaman kolonial Belanda.
Demi menghidupkan karakter Isabella yang merupakan keturunan Belanda sekaligus seorang aktivis di zamannya, Shalom melakukan improvisasi yang cukup berani. Ia mengusulkan agar dialognya diubah ke dalam bahasa Belanda untuk memperkuat penokohan.
Menariknya, penggunaan bahasa Belanda tersebut bukanlah permintaan dari sutradara maupun tertulis di dalam naskah awal, melainkan murni ide dari Shaloom sendiri.
"Sebenarnya enggak ada di draft (naskah), bahasa Belandanya itu sebenarnya ide saya sendiri. Biar Isabella ini menyampaikan pesannya ke orang Belanda lebih kena, biar mereka mengerti kalau Isabella ini serius. Dan of course, dia juga keturunan Belanda," jelas Shaloom Razade di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 26 April.
Meski sempat merasa kesulitan saat proses pendalaman bahasa, Shalom merasa hal tersebut sangat krusial bagi integritas karakternya.
"Akhirnya nyesel (karena sulit), tapi enggak apa-apa, bagus. Aku belajar juga karena menurut aku itu penting buat Isabella," pungkasnya sembari tertawa.
Berbeda dengan peran-peran sebelumnya, Shalom mengaku ada daya tarik tersendiri yang membuatnya mantap mengambil peran sebagai hantu ikonik ini. Menurutnya, karakter Isabella atau Penebok bukan sekadar entitas yang menebar ketakutan, melainkan sosok yang memiliki motif emosional yang dalam.
"Kenapa awalnya aku tertarik karena ternyata si hantu Penebok ini punya alasan kenapa dia mengumpulkan kepala ini. Bukan sekadar teror-teror aja, tapi ternyata
hantunya ini punya hati," ujar Shalom Razade.
Shaloom menjelaskan bahwa tindakan mengerikan yang dilakukan Isabella didasari oleh kerinduan yang mendalam.
BACA JUGA:
"Dia cuma kepingin ketemu orang yang sangat dicintainya, kepingin orang itu melihat dia seutuhnya. Aku enggak pernah melihat ini dari hantu-hantu lain. Pas baca skripnya, aku malah jadi terharu karena ada makna di balik itu," tambahnya.
Film yang diproduksi oleh rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo ini juga dimainkan oleh Bhisma Mulia, Ratu Sofya, Mathias Muchus hingga Septian Dwi Cahyo.
Rencananya film ini akan mulai tayang di bioskop pada 7 Mei mendatang.
Malam 3 Yasinan">