YOGYAKARTA - Bulan Ramadan adalah bulan di mana pintu surga dibuka lebar dengan begitu banyaknya amal saleh. Di suasana penuh ibadah ini, tidak jarang kita mendengar kabar duka saudara seiman berpulang. Ada perasaan campur aduk, di satu sisi ada kesedihan karena kehilangan, tetapi di sisi lain muncul harapan bahwa meninggal di bulan Ramadan merupakan tanda husnul khatimah.
Benarkah mereka yang meninggal di bulan Ramadan mendapat keistimewaan khusus? Benarkah meninggal di bulan Ramadan otomatis menjadi jaminan keselamatan di akhirat? Mari kita simak bersama penjelasan dari ulama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami rahmat Allah.
Keistimewaan Meninggal di Bulan Ramadan
Pertama, kita perlu memahami bahwa hakikatnya, yang menentukan surga atau neraka seseorang adalah amal salehnya semasa hidup, bukan semata-mata waktu atau tempat kematiannya. Hal ini salah satunya ditegaskan oleh Syekh Nur Ali Salman dalam fatwanya yang dikeluarkan Dairatul Ifta Yordania:
"Masuk surga itu karena anugerah Allah, dan sebabnya karena amal saleh. Bulan Ramadhan menjadi waktu untuk beramal saleh. Tapi bukanlah maknanya siapa saja yang wafat di bulan Ramadhan akan masuk surga. Masuk surga itu karena sebab amal seperti yang telah kusebutkan,” demikian dikutip dari NU Online.
Dengan kata lain, manusia tidak berhak menghakimi nasib seseorang di akhirat hanya berdasarkan waktu atau tempat kematiannya. Rahmat Allah jauh lebih luas daripada sekadar dikaitkan dengan satu waktu tertentu. Tugas manusia adalah memperbanyak amal saleh dan berharap wafat dalam keadaan husnul khatimah.
BACA JUGA:
Fatwa tersebut juga meluruskan kesalahpahaman yang sering muncul ketika menafsirkan beberapa hadits tentang keutamaan Ramadan. Jika seorang mukmin wafat di bulan Ramadan atau di tempat yang mulia seperti Makkah atau Madinah, maka diharapkan hal itu menjadi sebab bertambahnya rahmat dan ampunan Allah baginya. Namun, itu tetap bukan jaminan mutlak masuk surga.
Intinya, yang menentukan keselamatan seseorang bukanlah waktu kematiannya, melainkan amal yang dibawanya. Mengaitkan surga hanya dengan tempat atau waktu kematian justru seolah-olah membatasi luasnya rahmat Allah. Padahal rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.
Namun meskipun bukan jaminan masuk surga, meninggal di bulan Ramadan tetap memiliki keutamaan. Salah satu alasannya karena bulan ini adalah waktu ketika umat Islam sedang giat beribadah. Banyak orang menjalani puasa, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan dengan Allah.
Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Ahmad disebutkan mengenai keutamaan orang yang meninggal saat berpuasa:
“Barang siapa yang mengucapkan La ilaha illa-Allah (tidak ada tuhan selain Allah) dengan mengharap ridha Allah, dan itu adalah amalan terakhirnya, maka ia akan masuk surga. Barang siapa yang berpuasa satu hari dengan mengharap ridha Allah, dan itu adalah amalan terakhirnya, maka ia akan masuk surga. Barang siapa yang bersedekah dengan mengharap ridha Allah, dan itu adalah amalan terakhirnya, maka ia akan masuk surga.”
Hadits ini menunjukkan bahwa yang menjadi kunci adalah amal saleh yang dilakukan menjelang akhir kehidupan. Jika seseorang wafat saat sedang berpuasa atau melakukan ibadah lainnya, maka hal itu menjadi pertanda baik. Bukan semata karena waktunya Ramadan, tetapi karena ia meninggal dalam keadaan taat.
Hal ini juga diperkuat oleh hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa setiap manusia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan saat ia meninggal. Artinya, seseorang yang meninggal ketika sedang beramal saleh akan dibangkitkan dalam kondisi yang sama pada hari kebangkitan.
Karena itu, keutamaan meninggal di bulan Ramadan lebih berkaitan dengan peluang seseorang meninggal dalam keadaan beribadah. Orang yang berpuasa, bersedekah, atau berzikir di bulan ini sedang berada dalam rangkaian amal saleh. Jika kematian datang dalam keadaan tersebut, maka itu menjadi pertanda husnul khatimah.
Pada akhirnya, yang menjadi penentu bukanlah kapan seseorang meninggal, tetapi bagaimana ia menjalani hidupnya. Amal saleh yang dilakukan secara konsisten adalah bekal utama untuk meraih rahmat Allah. Waktu dan tempat kematian hanyalah salah satu keadaan yang bisa menjadi pertanda baik.
Selain pembahasan keistimewaan meninggal di bulan Ramadan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!