Bagikan:

JAKARTA - Vietnam semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata menarik di Asia Tenggara.

Kota-kota bersejarah, bentang alam yang beragam, hingga kekayaan kuliner membuat negara ini kian diminati wisatawan dari berbagai penjuru kawasan.

Seiring meningkatnya minat berkunjung, akses penerbangan menjadi faktor penting yang mendorong mobilitas wisata dan pertukaran antarnegara.

Maskapai penerbangan asal Vietnam, Vietjet, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam memperluas konektivitas tersebut.

Dengan jaringan rute yang terus berkembang di Asia-Pasifik, Vietjet berupaya menghadirkan pilihan perjalanan udara yang semakin terjangkau dan efisien, sekaligus memperkuat posisinya di tengah pertumbuhan industri penerbangan regional.

Komitmen tersebut kembali terlihat melalui sejumlah pengumuman yang disampaikan Vietjet dalam ajang Singapore Airshow 2026. Dalam kesempatan itu, maskapai ini mengumumkan kemitraan dan kesepakatan strategis di bidang pembiayaan, pemeliharaan, serta pengadaan armada, dengan nilai total lebih dari 6,1 miliar dolar AS.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan lalu lintas udara di Asia-Pasifik, termasuk konektivitas antara Vietnam dan Indonesia.

Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah peluncuran Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH) oleh Vietnam International Financial Centre di Ho Chi Minh City (VIFC-HCM).

Pusat pembiayaan ini dirancang sebagai platform regional yang mendukung pembiayaan penerbangan, sewa guna usaha, serta investasi infrastruktur aviasi lintas negara. Vietjet ditunjuk sebagai salah satu mitra strategis utama dalam pengembangan AAFH.

Pembentukan AAFH didukung oleh komitmen pembiayaan awal senilai lebih dari 6,1 miliar dolar AS yang melibatkan Vietjet dan sejumlah mitra global. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama pasokan dan layanan pemeliharaan mesin pesawat dengan Pratt & Whitney, serta kemitraan pembiayaan pesawat bersama Pacific Investment Management Company (PIMCO) dan lembaga keuangan internasional lainnya.

Pengumuman ini disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan industri penerbangan dunia, termasuk Airbus, Boeing, CFM International, Rolls-Royce, Pratt & Whitney, dan International Air Transport Association (IATA).

"Peluncuran Asia-Pacific Aviation Financial Hub menandai langkah penting dalam mewujudkan visi kami untuk mengembangkan VIFC sebagai platform keuangan internasional yang modern, terbuka, dan terpercaya. Kami berupaya menarik investor tidak hanya melalui insentif, tetapi juga melalui kualitas institusional, kapasitas inovasi, serta kemampuan kami dalam menghubungkan aliran modal secara langsung dengan ekonomi riil," jelas Chairman VIFC-HCM Truong Minh Huy Vu.

Pada kesempatan yang sama, Airbus dan Boeing juga dianugerahi Sertifikat Keanggotaan Strategis Kehormatan oleh VIFC. Wakil Presiden Eksekutif Airbus Paul Meijers menyampaikan:
"Airbus sangat mengapresiasi peran Asia–Pacific Aviation Financial Hub dalam membangun platform yang efektif untuk menghubungkan kebutuhan pengembangan armada generasi berikutnya dengan ekosistem keuangan global. Keikutsertaan Airbus sebagai Anggota Strategis Kehormatan mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam mengembangkan solusi pembiayaan yang inovatif serta mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang berkelanjutan.”

Dengan jumlah pesanan pesawat yang mendekati 600 unit, Vietjet diperkirakan akan menjadi salah satu penggerak utama aktivitas pembiayaan penerbangan melalui pusat pembiayaan ini, sekaligus memperkuat arus investasi di sektor aviasi regional.

Chairwoman Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao menyatakan:
"Didirikannya Asia-Pacific Aviation Financial Hub merupakan salah satu pencapaian strategis dalam upaya mentransformasi cara modal global mendukung kemajuan sektor penerbangan serta lanskap ekonomi yang lebih luas di Vietnam dan kawasan Asia-Pasifik. Vietjet berkomitmen untuk memimpin transaksi berdampak tinggi yang mampu memperkuat ekosistem pembiayaan penerbangan yang visioner dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan regional di masa depan."

Selain pengembangan pembiayaan, Vietjet juga mengonfirmasi kerja sama dengan Pratt & Whitney terkait penguatan armada. Kesepakatan ini mencakup penambahan 44 pesawat keluarga Airbus A320neo bermesin GTF, terdiri atas 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR. Dengan tambahan tersebut, total pesanan pesawat bermesin GTF dari Vietjet kini mencapai 137 unit, dengan pengiriman dijadwalkan mulai Juli 2026.

Pesawat generasi baru ini dikenal mampu menghemat bahan bakar hingga 20% serta mengurangi kebisingan hingga 75% dibandingkan generasi sebelumnya, sejalan dengan upaya peningkatan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui penguatan armada dan jaringan rute, maskapai yang sayu ini terus memperluas konektivitas udara antara Vietnam dan berbagai destinasi utama Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.

Konektivitas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempererat hubungan antarnegara di kawasan.

Seiring Asia-Pasifik diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang, langkah-langkah jangka panjang Vietjet mencerminkan peran aktif maskapai ini dalam mendukung dinamika perjalanan dan pertumbuhan regional.