JAKARTA - Kementerian Pariwisata memastikan destinasi wisata Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, akan menjadi salah satu fokus utama dalam program pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
“Memasuki tahap krusial pemulihan dan rekontruksi pasca banjir bandang, tentunya destinasi wisata Sungai Lokop akan menjadi prioritas,” kata Kementerian Pariwisata seperti dikutip ANTARA.
Kementerian menilai Sungai Lokop termasuk destinasi yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang. Kawasan wisata yang sebelumnya dikenal dengan jembatan gantung dan panorama alamnya itu kini mengalami perubahan kondisi secara drastis.
Bentang alam di kawasan Sungai Lokop dilaporkan berubah signifikan. Area yang dahulu menjadi aliran sungai dan daya tarik wisata, kini berubah menjadi hamparan pasir akibat pergeseran alur sungai.
“Saat ini Sungai Lokop tidak dapat difungsikan sebagai daya tarik wisata wisata,” ujar kementerian.
Untuk itu, Kementerian Pariwisata mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan destinasi wisata di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang.
Sejumlah langkah strategis tengah disiapkan, antara lain peningkatan kesiapsiagaan destinasi melalui penyediaan sarana mitigasi bencana, penyiapan jalur evakuasi, pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Upaya tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan pelaku pariwisata agar memiliki pemahaman serta kemampuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam menjaga citra pariwisata di tengah kondisi bencana, Kementerian Pariwisata turut menerapkan manajemen krisis kepariwisataan, termasuk penyediaan informasi yang akurat dan terkoordinasi kepada publik.
BACA JUGA:
Selain itu, pemulihan destinasi juga akan dilakukan melalui pelaksanaan tourism recovery program, pemasangan fasilitas keselamatan, serta promosi ulang destinasi wisata setelah kondisi dinyatakan aman.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur, Syahril, menyampaikan bahwa hampir 80 persen daya tarik wisata di wilayahnya mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat, termasuk destinasi Sungai Lokop.
Ia menjelaskan bahwa dampak banjir bandang terhadap sektor pariwisata di Aceh Timur tergolong luas dan signifikan. Salah satu dampak paling mencolok adalah perubahan alur Sungai Lokop yang tidak lagi berada pada jalur semula.
“Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir,” katanya.
Akibat terjangan banjir bandang, aliran sungai berpindah hingga ke kaki gunung. Kondisi tersebut membuat kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.
Sungai Lokop, menurut Syahril, menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana. Destinasi unggulan yang dahulu dikenal dengan kejernihan air dan keindahan alam itu kini mengalami kerusakan total dan memerlukan penanganan serius dalam proses pemulihan.
Selain Sungai Lokop, kerusakan berat juga dilaporkan terjadi di sejumlah destinasi wisata pantai. Di kawasan Matang Rayeuk, Kecamatan PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pesisir pantai mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan gelombang laut.