JAKARTA - Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat. Penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker terus meningkat dan menyumbang sekitar 73 persen dari seluruh kematian nasional, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di sisi lain, penyakit menular seperti tuberkulosis dan sepsis masih menjadi masalah serius. Kondisi ini menempatkan sistem kesehatan pada beban ganda yang menuntut pendekatan lebih kuat pada deteksi dini dan diagnosis yang akurat.
Pemeriksaan diagnostik berperan penting dalam upaya tersebut. Melalui pemeriksaan laboratorium yang tepat, penyakit dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi kronis atau berujung fatal. Deteksi dini memungkinkan dokter memberikan terapi yang sesuai sejak tahap awal, sekaligus membantu menekan biaya kesehatan jangka panjang.
Isu inilah yang menjadi sorotan dalam 10th Sysmex Scientific Seminar, sebuah forum ilmiah dua tahunan yang mempertemukan dokter spesialis, ahli patologi klinik, akademisi, dan pemangku kepentingan kesehatan.
Dengan mengusung tema "Diagnostics at the Core: Strengthening Foundations for Sustainable Population Health", forum ini menekankan diagnostik yang merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kesehatan populasi berkelanjutan.
Topik yang dibahas mencakup berbagai bidang pemeriksaan dasar yang sering dijumpai dalam praktik sehari-hari, seperti hematologi, urinalisis, dan hemostasis.
BACA JUGA:
Peserta mendapatkan pemutakhiran pengetahuan mengenai deteksi dini sepsis melalui parameter lanjutan, evaluasi anemia serta thalassemia, hingga analisis koagulasi untuk mengenali gangguan pembekuan darah dan risiko trombosis.
Seluruh pembahasan diarahkan agar pemeriksaan rutin di laboratorium dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu klinisi mengambil keputusan yang cepat dan tepat.
Perspektif kebijakan kesehatan juga turut disampaikan dalam seminar ini. Salah satu pembicara menyoroti arah transformasi layanan kesehatan primer yang kini semakin menekankan upaya promotif dan preventif.
Pemeriksaan skrining dan diagnostik dinilai menjadi kunci dalam mendukung program deteksi dini, khususnya untuk penyakit tidak menular yang sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal.
Dalam sambutan pembukaannya, Emilani Nababan, S.Si, Apt, MBA, Presiden Direktur PT Sysmex Indonesia menyampaikan peran diagnostik perlu terus diperkuat seiring tantangan kesehatan yang semakin kompleks.
"Selama dua dekade Sysmex Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi diagnostik yang tidak hanya mutakhir, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional," ujarnya di The Westin, Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Sabtu, 6 Desember 2025.
"Melalui forum ini kami ingin mengajak para praktisi kesehatan bersama-sama memperkuat peran diagnostik sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit di Indonesia," lanjutnya.
Selain pemeriksaan konvensional, diskusi juga menyinggung pemanfaatan data dan teknologi digital dalam dunia diagnostik. Harmonisasi hasil pemeriksaan antarfasilitas serta penggunaan data laboratorium secara terpadu dinilai mampu membantu dokter membuat keputusan klinis yang lebih konsisten dan berbasis bukti, sekaligus mendukung perencanaan kebijakan kesehatan. Hal ini ditegaskan oleh Frank J. Buescher, Presiden dan CEO Sysmex Asia Pacific Pte. Ltd.
"Inovasi diagnostik tidak lagi berhenti pada hasil pemeriksaan, melainkan menjadi bagian dari ekosistem data yang mendukung pengambilan keputusan klinis dan kebijakan kesehatan," bebernya.
"Melalui teknologi terintegrasi dan analisis berbasis machine learning, kami berupaya mendukung negara-negara termasuk Indonesia dalam membangun sistem kesehatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan," lanjutnya.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pemeriksaan diagnostik tidak hanya berdampak pada pasien secara individual, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pengendalian penyakit secara luas. Dengan data yang akurat dan deteksi lebih awal, beban penyakit kronis dapat ditekan, angka komplikasi berkurang, dan kualitas hidup masyarakat meningkat.
Sully Kosasih, Medical Scientific & Public Affairs Manager PT Sysmex Indonesia, menjelaskan pemeriksaan diagnostik tidak hanya berfungsi membantu penanganan pasien secara individual, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan populasi.
"Dengan deteksi dini yang tepat, kita dapat menekan beban penyakit kronis, mempercepat pengobatan efektif, dan mendukung sistem kesehatan lebih tangguh dan efisien." paparnya.
Kedepannya tantangan kesehatan Indonesia membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara tenaga medis, institusi pendidikan, pemerintah, dan ekosistem diagnostik.
Forum ilmiah seperti ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman agar pemeriksaan laboratorium dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung upaya pencegahan, pengendalian penyakit, dan peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.