YOGYAKARTA - Setiap penulis harus menghindari kalimat sumbang agar pesan yang disampaikan dalam sebuah paragraf tidak melenceng. Ketidakhadiran kohesi antarkalimat yang sering membuat bingung, lantas apa itu kalimat sumbang?
Agar kalimat tidak sumbang, dalam menyusun paragraf maka penulis membutuhkan ketelitian dalam menjaga alur gagasan utama. Jika satu kalimat tidak mendukung ide pokok, maka struktur tulisan akan runtuh dan terlihat tidak profesional di mata pembaca.
Syarat Utama Paragraf yang Berkualitas
Sebelum membahas lebih dalam tentang kalimat yang tidak padu, maka Anda perlu tahu bahwa paragraf yang baik harus memenuhi syarat kesatuan, kepaduan, ketuntasan, keruntutan, dan konsistensi penggunaan sudut pandang.
Dilansir dari buku Referensi Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Dr. Rachmat Setiawibawa, S.I.P., M.M., M.Tr(Han), syarat yang paling krusial tulisan adalah Kesatuan Paragraf. Artinya, setiap paragraf hanya boleh berisi satu pikiran utama.
Dengan demikian, meskipun terdiri dari banyak kalimat, semuanya harus mendukung satu tujuan yang sama tanpa ada satupun kalimat yang melompat ke topik lain.
Apa Itu Kalimat Sumbang?
Kalimat sumbang sering disebut sebagai kalimat yang tidak padu. Menariknya, keberadaan kalimat ini dalam tes atau soal sering kali muncul karena unsur kesengajaan dari penulis untuk menguji ketelitian pembaca.
Secara umum, kalimat ini adalah pengganggu yang merusak kepaduan ide dalam satu paragraf. Menemukan kalimat tidak padu sebenarnya cukup sederhana jika Anda membaca dengan teliti. Berikut ini ciri-ciri kalimat sumbang yang mudah dikenali:
- Tidak Memiliki Hubungan: Sama sekali tidak tersambung dengan kalimat sebelum atau sesudahnya.
- Melenceng dari Gagasan Utama: Informasi yang disampaikan tidak berkaitan dengan inti masalah yang sedang dibahas.
- Bertolak Belakang: Kadang isinya justru bertentangan dengan topik atau argumen yang sedang dibangun.
Baca juga artikel yang membahas Bagaimana Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Kalimat Tidak Langsung? Simak Ulasannya di Sini
BACA JUGA:
Contoh Kalimat Sumbang dan Perbaikannya
Agar lebih muda dipahami, mari kita lihat perbandingannya berdasarkan contoh paragraf tentang kebebasan berekspresi berikut ini:
Contoh Paragraf dengan Kalimat Sumbang
(1) Kebebasan berekspresi berdampak pada pengembangan kreativitas baru. (2) Dengan kebebasan ini, para guru dapat dengan leluasa mengajar siswanya sesuai basis kompetensi. (3) Harga peralatan sekolah saat ini semakin mahal bagi masyarakat. (4) Kondisi kebebasan tersebut menjadikan pembelajaran berlangsung secara alami dan penuh gairah.
Analisis
Kalimat nomor (3) adalah kalimat sumbang. Mengapa? Karena saat kalimat lain membahas metode belajar dan kreativitas, kalimat (3) tiba-tiba membahas ekonomi/harga barang yang tidak relevan dengan "kebebasan berekspresi".
Contoh Paragraf yang Benar (Kesatuan Pikiran)
(1) Kebebasan berekspresi berdampak pada pengembangan kreativitas baru. (2) Dengan kebebasan ini, para guru dapat dengan leluasa mengajar siswanya sesuai dengan basis kompetensi siswa dan lingkungannya. (3) Kondisi kebebasan tersebut menjadikan pembelajaran berlangsung secara alami, penuh gairah, dan siswa termotivasi untuk berkembang. (4) Siswa belajar dengan suasana gembira, aktif, kreatif, dan produktif. (5) Dampak kebebasan ini, setiap saat siswa dapat melakukan beberapa eksperimen dengan menyinergikan bahan ajar di sekolah dan lingkungannya. (6) Kreativitasnya menjadi tidak terbendung.
Dengan demikian, untuk memperbaiki paragraf yang memiliki kalimat sumbang, langkah terbaik adalah menghapus kalimat tersebut atau menggantinya dengan kalimat yang mendukung dampak atau detail dari pikiran utama di kalimat sebelumnya.
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan jika menulis bukan sekadar merangkai kata, tapi membangun jembatan logika.
Dengan menghindari kalimat sumbang, Anda memastikan pembaca bisa mengikuti alur pemikiran Anda tanpa gangguan. Selalu baca ulang draf Anda untuk memastikan setiap kalimat telah mendukung kesatuan pikiran yang utuh.
Selain pembahasan mengenai apa itu kalimat sumbang, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!