Bagikan:

JAKARTA – Yogyakarta kembali membuktikan dirinya sebagai magnet wisata yang tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, Candi Prambanan bukan sekadar deretan batu bersejarah yang membisu. Melalui gelaran perdana Prambanan Shiva Festival, candi Hindu terbesar di Indonesia ini bertransformasi menjadi pusat "Wisata Religi" yang menawarkan pengalaman batin mendalam bagi para pelancong.

Resmi dibuka pada Sabtu (17/1/2026), festival ini hadir untuk menyambut hari suci Shiwaratri dan akan mencapai puncaknya pada upacara Mahashivaratri, 15 Februari mendatang. Kehadiran festival ini menandai babak baru bagi pariwisata Jogja: menjadikan Prambanan sebagai living heritage atau warisan budaya yang hidup.

Bukan Sekadar Foto, Tapi Perjalanan Batin

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, yang hadir dalam pembukaan acara, mengajak wisatawan untuk melihat Prambanan dari perspektif yang berbeda. Menurutnya, perjalanan ke Prambanan kini bukan lagi sekadar eksplorasi fisik untuk berfoto, melainkan momen untuk mencari keseimbangan batin.

“Pariwisata berbasis spiritualitas menghadirkan nilai yang lebih mendalam. Ini tentang perenungan diri dan hubungan harmonis dengan lingkungan serta budaya setempat. Kami berharap festival ini semakin menarik minat wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk merasakan langsung sakralnya atmosfer di sini,” ujar Ni Luh Puspa.

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Yogyakarta dalam waktu dekat, festival ini menawarkan nuansa yang berbeda. Bayangkan kemegahan relief batu Candi Prambanan berpadu dengan kepulan dupa, lantunan doa yang khidmat, serta tata cahaya dramatis di malam hari. Sebuah perpaduan antara seni, budaya, dan religi yang sangat Instagrammable sekaligus menenangkan jiwa.

Magnet Baru Wisatawan di Awal Tahun

Prambanan Shiva Festival menghadirkan pengalaman spiritual yang inklusif. Meski berakar pada tradisi umat Hindu sebagai momen introspeksi dan permohonan ampun kepada Dewa Shiva, festival ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menyaksikan langsung moderasi beragama di Indonesia yang begitu indah.

Ribuan umat dan wisatawan tampak memadati kawasan candi, menciptakan pemandangan yang megah di tengah latar siluet Candi Prambanan. Ketua PHDI, Wisnu Bawa Tenaya, menyebutkan bahwa festival ini adalah perayaan harmoni sosial yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan.

Travel Tips bagi Pengunjung:

Waktu Terbaik: Datanglah menjelang sore untuk menikmati sunset di balik candi, sembari menunggu dimulainya rangkaian ritual yang syahdu.

Puncak Acara: Jangan lewatkan penutupan festival pada 15 Februari 2026 dalam upacara Mahashivaratri yang diprediksi akan menjadi momen paling kolosal.

Etika Wisata: Karena ini adalah acara spiritual yang sakral, pastikan berpakaian sopan dan menjaga ketenangan selama prosesi ibadah berlangsung.

Dengan adanya Prambanan Shiva Festival, Yogyakarta mempertegas posisinya sebagai destinasi wisata berkarakter yang tidak hanya mengandalkan keindahan visual, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang tetap dijaga kesuciannya.