Bagikan:

JAKARTA – Tensi persidangan kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat Ammar Zoni di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kembali meninggi.

Aktor berusia 32 tahun itu secara terbuka menyerang balik keterangan saksi kepolisian, Mario, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ammar Zoni dengan nada tegas mengklaim memiliki bukti bahwa petugas membawa alat setrum saat proses penangkapan dan pemeriksaan. Hal ini berbanding terbalik dengan pengakuan saksi di bawah sumpah.

"Saudara kan tadi bilang sudah disumpah, Saudara bilang nggak bawa setruman, kenyataannya di situ Saudara bawa setruman. Di saat video itu Saudara bawa setruman. Di situ ada buktinya soalnya," cetus Ammar Zoni di ruang sidang PN Jakarta Pusat, Kamis, 15 Januari.

Tak hanya soal alat setrum, kekasih dokter Kamelia ini juga membeberkan adanya dugaan penganiayaan fisik yang dilakukan oleh oknum penyidik lain. Ammar menyebut nama inisial dan ciri fisik oknum yang dimaksud.

"Situ (saksi Mario) nggak aniaya, tapi Pak Y itu menganiaya. Pak Y sama yang kepala botak itu yang agak tinggi," ungkap Ammar blak-blakan.

Menanggapi tudingan serius tersebut, Mario tetap pada pendiriannya. Ia membantah mentah-mentah adanya praktik kekerasan maupun penggunaan alat setrum selama proses hukum berlangsung terhadap kakak Aditya Zoni tersebut.

"Iya saya jujur, saya yakin tidak ada penganiayaan. Tidak ada Ibu (alat setrum). Siap tidak ada," tegas Mario membela diri.

Merasa kebenaran tengah ditutupi, Ammar Zoni langsung meminta Majelis Hakim untuk bertindak adil dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dan rutan. Ia yakin rekaman tersebut akan menjadi bukti kunci atas klaim intimidasi yang dialaminya.

"Nanti saya minta tolong dibuka CCTV-nya Yang Mulia. Apa terdakwa merasa dianiaya? Ya makanya nanti kita minta CCTV. Karena semuanya itu, Saudara kan tadi bilang sudah disumpah," pinta Ammar kepada Hakim.

Ammar merasa banyak fakta lapangan yang dikaburkan oleh penyidik dalam persidangan ini. Ia berharap kehadiran rekaman CCTV dapat membongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik layar proses penyidikan.

"Ya makanya nanti kita minta tolong dihadirkan CCTV-nya Yang Mulia," pungkasnya menutup pernyataan.