JAKARTA - Pendidikan bukan sekadar menyiapkan pengetahuan, tetapi juga membekali karakter, kemampuan adaptasi, dan ketangguhan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pendidikan yang efektif harus mampu menanamkan kompetensi kritis, kolaboratif, dan inovatif. Agar generasi muda tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Direktur Indonesian International Education Foundation (IIEF), Diana Kartika menyampaikan pandangannya mengenai kondisi generasi muda saat ini. Hal ini diungkapkan dalam acara IIEF Luncurkan Buku “Generasi Emas 2045: Apa yang Membuat Kita Berbeda?”.
“Dengan semangat, saya optimis. Tapi tentu saja, pada saat yang bersamaan apalagi dibandingkan dengan zaman saya, ketika saya tumbuh seumuran mereka, kehidupan sekarang terasa jauh lebih kompleks," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu, 10 Desember 2025.
"Tantangannya jauh lebih beragam. Jadi saya bisa bilang masa depan akan sangat menantang. Oleh karena itu, diperlukan kualitas dan sikap yang lebih baik agar kita bisa adaptif, tangguh, dan memiliki wawasan luas dalam menghadapi berbagai situasi," lanjutnya.
BACA JUGA:
Ia menekankan tantangan yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dari generasi sebelumnya, terutama dalam konteks sosial media, ekspektasi publik, dan globalisasi. Namun optimisme tetap menjadi syarat penting untuk menghadapi kompleksitas tersebut.
Senada dengan itu, Komisioner Komnas Perempuan, Aji Putera Tanumihardja, menyoroti pentingnya harapan dan pemberdayaan generasi muda.
“Saya diundang untuk melihat bagaimana masa depan Indonesia ke depan. Apakah masih ada sisa-sisa harapan untuk menuju yang konon katanya sering dipersepsikan sebagai Indonesia cemas 2045. Buku ini merupakan secercah harapan dan optimisme terhadap masa depan Indonesia," beber Aji.
"Dengan sumber daya yang luar biasa, sumber daya manusia yang luar biasa, kita punya masa depan, ya buku ini semestinya dibaca oleh presiden dan para pejabat," tambahnya.
Menurut Aji, generasi muda khususnya Gen memiliki cara baru untuk mengawal dan mengontrol negara melalui inovasi sosial dan digital, berbeda dengan cara generasi sebelumnya yang lebih mengandalkan aksi fisik atau demonstrasi.
Hal ini menegaskan masa depan bangsa sangat bergantung pada kemampuan generasi muda untuk memanfaatkan teknologi, kolaborasi, dan kesadaran sosial secara efektif.
Melalui buku “Generasi Emas 2045: Apa yang Membuat Kita Berbeda?”, IIEF menghadirkan berbagai strategi dan gagasan lintas generasi untuk mempersiapkan SDM Indonesia menghadapi tantangan global. Buku ini menekankan pentingnya pendidikan berbasis pengalaman, pembangunan karakter, pengembangan kepemimpinan, dan kolaborasi multisektor.
Buku ini disusun oleh lebih dari 25 kontributor dari berbagai disiplin ilmu yang meliputi pendidikan, bisnis, perencanaan tata ruang, kebijakan publik, psikologi hingga teknologi. Setiap bagian menyuguhkan pandangan holistik tentang apa yang diperlukan Indonesia untuk melompat jauh ke depan yakni transformasi pendidikan berbasis pengalaman nyata, pembangunan karakter sejak dini, peningkatan kualitas kepemimpinan, kolaborasi multisektor, serta penciptaan ekosistem talenta yang adaptif dan kompetitif.
Di tengah percepatan digitalisasi, kemampuan adaptasi dan daya lenting sosial menjadi modal utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, sehingga Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan bonus demografi menjadi bonus produktivitas.
Buku ini sekaligus menjadi panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, akademisi, sektor industri, hingga masyarakat untuk bekerja sama membangun generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berkarakter.
“Kami berharap, berbagai pemikiran yang dituangkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, institusi pendidikan, sektor industri maupun masyarakat dalam merumuskan strategi pembangunan manusia yang adaptif dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dan generasi menjadi landasan krusial bagi terwujudnya Indonesia yang inklusif dan kompetitif.” ujar Diana.
Dengan fondasi nilai, karakter, dan kompetensi yang kuat, optimisme terhadap Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan target yang nyata, asalkan generasi muda diberikan ruang, sumber daya, dan dukungan yang tepat.