Bagikan:

JAKARTA - Generasi Z kini menunjukkan pola baru dalam cara mereka memandang kehidupan dan karier. Hal ini terungkap dari survei terbaru dari Global Hotel Alliance (GHA). Survei ini diambil dari data program loyalitas GHA DISCOVERY yang memiliki lebih dari 34 juta anggota di seluruh dunia.

Dilansir dari laman Hotelsmag ada Sabtu, 6 Desember 2025, hasil survei menunjukkan 65% pelancong percaya perjalanan mencerminkan identitas mereka, dan hampir separuh Gen Z menganggap pengalaman perjalanan lebih bernilai dibandingkan pekerjaan sukses. Tren ini paling terlihat di negara Jerman, AS, Thailand, UAE, dan India.

Perjalanan rekreasi diprediksi akan lebih populer dibandingkan perjalanan bisnis. Rata-rata pelancong merencanakan 6 perjalanan pribadi dan 4 perjalanan bisnis.

Hampir setengah pelancong berharap liburan mereka meningkat, sementara hanya 12% yang berencana bepergian lebih untuk urusan pekerjaan. Gen Z dan Milenial menjadi penggerak utama pergeseran ini, sedangkan generasi Boomer memilih perjalanan yang lebih sedikit tapi lama dan menenangkan.

Sebanyak 62% pelancong lebih suka mencoba destinasi baru daripada kembali ke tempat yang sudah pernah dikunjungi. Bagi yang kembali, tujuannya adalah mendapatkan pengalaman lebih mendalam. Keinginan untuk menjelajah ini paling kuat terlihat pada Gen Z serta pelancong dari India, UAE, dan China.

Pelancong kini cenderung memilih perjalanan yang lebih lambat. Sekitar 60% lebih suka kota kecil atau pedesaan, sementara 42% ingin perjalanan yang santai dan fleksibel, dan 36% memilih jadwal penuh aktivitas.

Loyalitas hotel kini tak sekadar poin atau diskon. Upgrade kamar, check-in lebih awal, dan check-out lebih lambat menjadi manfaat paling dihargai. Bahkan 73% anggota bersedia membeli langganan perjalanan untuk mendapatkan keuntungan gaya hidup secara berkelanjutan.

Teknologi semakin memudahkan perjalanan. Sebanyak 60% pelancong global menggunakan AI untuk merencanakan liburan dengan Gen Z paling tinggi (79%). Asia tetap menjadi tujuan favorit, dipimpin oleh Jepang, China, dan Thailand. Sumber inspirasi perjalanan utama masih dari teman dan keluarga (36%), diikuti Instagram serta TikTok (34%) di China.

"Pelancong sekarang lebih bijak dan berfokus pada pengalaman yang bermakna. Mereka bepergian bukan hanya untuk pekerjaan, tetapi untuk hal yang mencerminkan siapa mereka. Loyalitas kini soal gaya hidup, pengakuan, dan rasa memiliki di mana pun mereka berada." ujar Kristi Gole, EVP Strategi GHA.