JAKARTA - Saat kembali ke kamar tidur, tubuh dan pikiran Anda mencari keheningan dan kenyamanan, bukan kekacauan. Namun tanpa sadar, kamar sering berubah menjadi gudang sementara barang-barang yang sudah melelahkan mata dan pikiran.
Solusi agar kamar terasa damai bukan dengan menambah barang, melainkan justru dengan mengurangi, misalnya menyingkirkan barang-barang yang tidak benar-benar diperlukan.
Pertama, perhatikan peralatan olahraga yang tak terpakai. Sebuah treadmill, sepeda statis, atau alat kebugaran lain mungkin cocok di gym, tapi jika hanya menjadi tumpukan atau sarang debu di kamar, sudah saatnya dipindahkan atau disingkirkan. Menurut profesional pengorganisasian seperti Nicole Gabai, kamar adalah ruang untuk istirahat, bukan gudang gym.
Selanjutnya, telisik kembali isi lemari dan rak pakaian: barang-barang yang tidak lagi Anda kenakan, entah itu baju, aksesori, sepatu, atau tas bisa jadi beban tersembunyi. Menyimpan hal-hal yang tidak dipakai hanya menambah kebingungan setiap pagi saat memilih busana. Jadi jauh lebih bijak untuk mendonasikan, menjual, atau buang barang-barang tersebut.
Kamar sering kali juga menjadi tempat buangan sementara bagi benda–benda yang tidak punya “rumah” di rumah seperti kertas, kuitansi, tas gym, atau barang acak lainnya. Barang-barang ini seolah mengatakan: “Letakkan saja di kamar nanti.” Namun, cara ini justru membuat kamar terasa berantakan dan membebani pikiran. Menyortir dan mengembalikan setiap barang ke tempatnya dapat menjaga kamar tetap lega dan menenangkan.
Perhatikan pula situasi di samping tempat tidur. Banyak orang menjejalkan berbagai charger, ponsel, tablet, laptop, earbud di atas meja belakang tempat tidur. Kabel yang berserakan tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas tidur. Seperti yang dikatakan oleh CEO sebuah merek bedding mewah, dilansir dari Real Simple, Kamis, 4 Desember, kamar tidur seharusnya menjadi pelarian dari dunia luar, bukan perpanjangan meja kerja.
Sentuhan dekorasi berlebihan juga bisa jadi bumerang. Misalnya, terlalu banyak bantal hias di atas tempat tidur, meskipun tampak mewah, justru dapat membuat tempat tidur terasa sumpek dan kurang mengundang untuk istirahat. Terkadang, dua atau tiga bantal sudah cukup untuk memberi warna dan tekstur tanpa membebani visual.
BACA JUGA:
Terakhir, perhatikan pencahayaan dan furnitur samping tempat tidur. Lampu meja yang besar dan bulky membutuhkan ruang dan sering memenuhi nightstand. Sebagai alternatif, lampu dinding seperti sconce atau lampu gantung bisa menjadi pilihan efisien, menyisakan ruang dan memberi tampilan lebih rapi.
Dengan menyingkirkan keenam elemen ini, peralatan olahraga tak terpakai, pakaian dan aksesori lama, barang acak yang tidak pada tempatnya, kabel dan charger berlebihan, bantal hias berlebihan, serta lampu bulky, Anda memberi kamar ruang bernapas kembali. Hasilnya adalah kamar tidur menjadi tempat penenangan, bukan area yang terus “berteriak” penuh kekacauan. Jadi, sebelum Anda memikirkan dekorasi baru, mungkin inilah saatnya melakukan “purge” keluarkan yang tak perlu, dan rasakan sendiri ketenangan yang menyusup pelan ke sudut kamar Anda.