JAKARTA - Di balik senyum bahagianya, Brisia Jodie ternyata menyimpan ketegangan luar biasa menjelang momen pemberkatan pernikahannya. Ia bahkan mengaku tidak bisa tidur semalaman karena terus memikirkan prosesi sakral yang akan ia jalani.
"Enggak bisa. Enggak bisa tidur," jawabnya di Gereja Katedral Santa Perawan Maria di Angkat ke Surga, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Desember.
Untuk mengatasi kegugupannya, Jodie dan para bridesmaid-nya melakukan gladi resik dadakan di dalam kamar. Mereka terus berlatih agar semua rangkaian acara berjalan lancar.
"Aku sama bridesmaid di dalam kamar cuman GR (Gladi Resik) ini terus, kayak latihan," ceritanya.
Ketakutan terbesarnya bukanlah karena panic attack, melainkan karena khawatir tidak hafal urutan prosesi pernikahan.
"Kan karena prosesi-prosesinya itu lho, takut enggak hafal atau apa," ungkapnya cemas.
BACA JUGA:
Ia membayangkan momen saat musik mulai mengalun dan semua mata tertuju padanya saat berjalan menuju altar. "Aku baru sekarang aja udah merinding, takut," akunya.
Ketegangan ini juga ditambah dengan tradisi "pingit" yang ia jalani. Jodie mengaku sudah tiga hari tidak bertemu dan bahkan tidak berkomunikasi melalui telepon dengan Jonathan Alden.
Meskipun saat diwawancara ia mengaku belum merasakan deg-degan yang hebat, ia memprediksi perasaannya akan berubah saat sudah berada di dalam gereja.
"Tapi enggak tahu nanti pas udah di dalem gitu lho," katanya.
Di tengah semua ketegangan ini, Jodie melontarkan sebuah harapan yang tulus sekaligus jenaka.
"Pokoknya nikah cukup sekali ya guys. Jangan lagi," ujarnya.