JAKARTA – Umbara Brothers Film menjelang perilisan film terbaru melakukan aksi teatrikal bertajuk BULLYCON. Kendaraan itu bukanlah mobil sungguhan, melainkan replika struktur ringan yang diarak oleh para relawan. Di sisi kendaraan, terpampang tulisan mencolok: “OZORA: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel.”
Sutradara Anggy Umbara sengaja membawa replika Rubicon ke tengah jantung Jakarta untuk menghidupkan kembali simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan hukum.
Bagi Anggy, Rubicon bukan sekadar kendaraan, melainkan metafora dari kekuatan yang berjalan tanpa kontrol.
“Kalau dulu mobil ini bisa bebas bergerak tanpa konsekuensi, sekarang biar publik yang melihatnya langsung. Ada hal-hal yang tidak boleh kita lupakan begitu saja,” ujar Anggy Umbara dikutip VOI dari siaran media, Senin, 1 Desember.
Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk konsistensi untuk menolak diam melihat ketidakadilan yang berulang.
BACA JUGA:
Melalui aktivasi Bullycon, film Ozora ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa perundungan (bullying) tidak hanya terjadi dalam interaksi fisik atau verbal antarindividu. Bullying bisa lahir dari sistem yang timpang, aparat yang semena-mena, hingga struktur keluarga yang memelihara kekerasan.
Kehadiran replika ini di ruang publik menjadi pengingat visual bahwa ketika kekuasaan terlibat dalam perundungan, dampaknya menimbulkan trauma panjang dan krisis kepercayaan terhadap hukum.
Warga yang awalnya tegang, akhirnya antusias mendekat dan mengabadikan momen tersebut. Aksi ini menjadi ruang refleksi bahwa masyarakat sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan ketika arogansi penguasa dibiarkan.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel sendiri dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025.