Bagikan:

YOGYAKARTA - Kegiatan debat merupakan kegiatan untuk mempertahankan sebuah argumentasi yang dilakukan oleh kelompok afirmasi saat melawan tim oposisi yang dipimpin oleh seorang moderator. Kelompok afirmasi adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan ini.

Debat sendiri adalah sebuah kegiatan untuk bertukar pendapat dan mempertahankan pendapat masing-masing terkait sebuah isu. Tujuan dari debat yaitu untuk mengeksplorasi alasan-alasan tiap sudut pandang agar dapat dipahami secara persuasif.

Selain beradu omongan yang berisi argumentasi, debat mempunyai peraturan serta tata acara yang jelas dan logis agar tidak terjadi suatu pertengkaran. Sebaliknya, tujuan debat yaitu untuk mengeksplorasi alasan dari berbagai perspektif masyarakat.

Pengertian Kelompok Afirmasi dalam Kegiatan Debat

Dalam suatu perdebatan, terdapat dua tim yang saling berseberangan, antara lain tim afirmasi dan tim oposisi. Pengertian dari tim atau kelompok afirmasi yaitu tim yang mendukung sebuah argumen atau mosi.

Dikutip dari buku Pembelajaran Debat karya Muhammad Zein Iqbal Suherwin dan Herly Dayanti (2020: 40), pihak pendukung ini menjadi pihak yang pro dari mosi debat yang diberikan.

Tim afirmasi ini harus berupaya mempertahankan sebuah argumen dalam bentuk alasan, pernyataan, bukti, ataupun kesimpulan. Dalam hal ini, argumen adalah tanggapan atas sebuah mosi.

Mosi adalah topik atau pernyataan yang menentukan isi dan arah dari sebuah debat. Selanjutnya tanggapan dari argumentasi tersebut dapat berupa sebuah sanggahan. Sanggahan sendiri merupakan respon dari tim lawan yang terelaborasi.

Tim afirmasi harus menghadapi tim oposisi atau kelompok dan pihak yang menentang sebuah mosi. Selanjutnya, kedua tim harus menyampaikan argumen dan sanggahan secara logis dan terstruktur. Seorang moderator akan memimpin jalannya perdebatan ini.

Kegiatan debat sendiri memberikan banyak manfaat bagi para pelajar dan mahasiswa, di antaranya:

  • Untuk melatih keberanian dalam mengeluarkan argumen secara sopan dan terstruktur di hadapan umum.
  • Meningkatkan kemampuan merespons suatu masalah atau isu.
  • Menanggapi argumen orang lain.
  • Menambah pemahaman teori yang berhubungan dengan materi dari mosi yang dibahas.

Apa Itu Teks Debat?

Teks debat adalah teks yang berisi adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, entah itu perseorangan atau kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah serta perbedaan.

Dikutip dari Menulis Teks Debat oleh Iis Siti Salamah Azzahra (2020: 6), teks debat adalah satuan berbagai argumen dari beberapa sudut pandang yang pro dan kontra terhadap topik yang dibahas agar suatu keputusan dapat tercapai.

Ragam bahasa yang dimanfaatkan dalam teks debat yaitu kaidah kebahasaan ilmiah yang harus memenuhi ciri-ciri di bawah ini:

  • Ide yang diungkapkan harus benar-benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis), harus tepat, serta hanya mempunyai satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtun, dan sistematis.
  • Sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah tata ejaan ataupun tata bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).
  • Kata yang dipilih memiliki denotatif.

Selain itu, karena debat tergolong sebagai salah satu turunan teks eksposisi, maka sebagian kaidah kebahasaan teks eksposisi pun berlaku, antara lain:

  • Banyak memanfaatkan kata-kata konjungsi yang menunjukkan hubungan argumentasi atau kausalitas. Sebagai contoh, kata sebab, karena, jika, dengan demikian, oleh karena itu, dan akibatnya.
  • Menggunakan kata peristilahan atau kata teknis yang berhubungan dengan topik pembahasan.
  • Menggunakan kata-kata kerja mental, misalnya memprihatinkan, diharapkan, memperkirakan, menduga, dan berpendapat.

Itulah ulasan mengenai kelompok afirmasi dan pengertian tentang teks debat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+