Bagikan:

YOGYAKARTA – Pepatah Jawa kuno tentang kehidupan dan artinya menjadi warisan budaya yang sarat makna. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, pepatah-pepatah ini tetap memberi tuntunan bagi siapa saja yang ingin hidup lebih bijaksana. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak lekang oleh waktu.

Salah satu contoh pepatah Jawa kuno yang terkenal adalah “Ajining diri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana.” Pepatah itu bermakna “Harga diri seseorang ditentukan oleh tutur katanya, sedangkan kehormatan raganya ditentukan oleh cara berpakaian dan perilakunya”.

Menyadur Buku Peribahasa: Nilai dan Makna dalam Ruang Budaya, Pendidikan dan Global karya Hermandara, dkk.m (2025), kata pepatah diartikan sebagai ugkapan yang mengandung nasihat, nilai-nilai kehidupan, atau pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pepatah menjadi pedoman untuk menyikapi berbagai aspek kehidupan, mulai dari sikap, etika, hubungan sosial, hingga pandangan spiritual.

Pepatah Jawa Kuno Tentang Kehidupan

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut contoh pepatah Jawa kuno tentang kehidupan lengkap dengan artinya:

  1. Mikul dhuwur mendhem jero (Menjunjung tinggi kebaikan dan merahasiakan semua keburukan)
  2. Dihin pinasti anyar pinangggih (Segala sesuatu telah diatur oleh Yang Maha Kuasa).
  3. Kena iwake aja nganhti buthek banyune (Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan).
  4. Sabar iku ngalahke donyo (Kesabaran dapat mengalahkan segala sesuatu di dunia ini).
  5. Jer basuki mowo beo (Untuk mencapai keberhasilan diperlukan biaya atau pengorbanan).
  6. Urip iku mung sawang-sinawang (Hidup itu hanya tentang melihat dan dilihat).
  7. Ana dina, ana upa (Setiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata).
  8. Glliyak-glitak tumindak, sareh pakoleh (Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai).
  9. Ngundhuh wohing pakerti (Apapun yang dilakukan akan membuahkan hasil yang sepadan).
  10. Sabar sareh mesthi pikoleh (Pekerjaan jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil).
  11. Obah ngarep kobet mburi (Segala tindakan pemimpin selalu jadi anak buahnya).
  12. Adigang, adigung, adiguna (Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya).
  13. Sepi ing pamrih, rame ing gawe (Melakukan pekerjaan tanpa pamrih).
  14. Becik ketitik, ala ketoro (Kebaikan akan terlihat dan keburukan akan terungkap).
  15. Ora ana wong sugih, ngeluwihi sugihe wong sing nerima (Tidak ada orang kaya melebihi kayanya orang yang menerima).
  16. Wong sabar rejekine jembar, wong ngalah, uripe berkah (Orang yang sabar rezekinya banyak).
  17. Sapa nandur bakal ngundhuh (Siapa yang menanam, akan menuai).
  18. Wong pinter kalah karo wong bejo (Orang pintar bisa kalah dengan orang yang beruntung).
  19. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung (Segala rintangan akan disingkirkan, pantang mundur).
  20. Alon-alon waton klakon (Pelan-pelan asalkan tercapai atau selesai dengan baik).
  21. Kacang ora ninggal lanjaran (Anak tidak akan jauh dari sifat orang tuanya).
  22. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah (Hidup rukun akan membuat sentosa, sementara jika sering bertengkar akan membawa perceraian).
  23. Ngundhuh wohing pakerti (Apapun yang dilakukan akan membuahkan hasil yang sepadan).
  24. Milih-milih tebu oleh boleng (Terlalu banyak memilih, malah mendapatkan yang tidak baik).
  25. Sembar-sembur adus, siram-siram bayem (Sebuah tujuan yang terlaksana karena mendapatkan dukungan banyak orang).
  26. Soko Cilik dadi gedhe, soko ala dadi becik (Dari kecil bisa jadi besar, dari buruk bisa jadi baik).
  27. Yen mung ngandelake bathuk, ora bakal nguntungke (jika hanya mengandalkan keberuntungan, tidak akan bermanfaat).
  28. Sapa temen bakal tinemu kabegjan (Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat keberuntungan).
  29. Ilmu itu kelakon saka laku (Ilmu itu berhasil dari perbuatan).
  30. Wong legawa urip tentrem (Orang yang ikhlas hidupnya damai).
  31. Luwih becik elek rupane, tinimbang elek atine (Lebih baik jelek wajahnya daripada jelek hatinya).
  32. Witing kedhaton saka blumbang (Istana besar bisa berasal dari lumpur – asal usul rendah)
  33. Meneng wae ora mesthi bisu (Diam bukan berati bodoh atau tidak tahu)
  34. Karya utama dudu saka regane, nanging saka gunane (Karya yang baik bukan dari mahalnya, tapi dari manfaatnya.
  35. Ojo gumedhe, langit isih duwur (Jangan sombong, masih ada yang lebih tinggi).

Demikian informasi tentang pepatah Jawa kuno tentang kehidupan dan artinya. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.