YOGYAKARTA – Peta konsep kreatif sering kali dipakai sebagai metode pembelajaran. Metode ini dapat memudahkan siswa dalam memahami informasi yang kompleks.
Lantas, apa yang dimaksud dengan peta konsep kreatif? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu peta konsep kreatif, lengkap dengan ciri, jenis, dan cara membuatnya. Yuk simak penjelasannya!
Pengertian Peta Konsep Kreatif
Peta konsep kreatif atau creative mind mapping merupakan salah satu teknik visualisasi yang banyak digunakan dalam proses belajar.
Berdasarkan jurnal Peta Konsep (Mind Mapping) dalam Pembelajaran Struktur Aljabar yang diterbitkan Kemdikbud, metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Novak dan Gowin (1985) sebagai strategi pembelajaran yang membantu peserta didik memahami hubungan antar konsep secara lebih terstruktur. Dengan peta konsep, setiap ide yang dipelajari dapat tersusun sistematis sehingga keterkaitan satu konsep dengan konsep lainnya terlihat jelas.
Setiap konsep dalam peta konsep memiliki tingkat cakupan yang berbeda. Karena itu, struktur peta konsep biasanya dibuat berdasarkan hierarki, mulai dari konsep paling umum di bagian atas hingga konsep yang lebih khusus di bagian bawah. Penataan ini membantu memperlihatkan hubungan proposisional antar konsep sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
Ciri-Ciri Peta Konsep Kreatif
Peta konsep memiliki beberapa karakteristik utama, antara lain:
- Digunakan untuk menampilkan konsep dan proposisi dari berbagai bidang studi seperti matematika, biologi, fisika, sejarah, hingga ekonomi.
- Berbentuk visual dua dimensi yang memperlihatkan keterkaitan antara konsep-konsep dalam suatu materi.
- Menyusun konsep dari yang paling inklusif di bagian puncak menuju konsep yang lebih spesifik di bawahnya.
- Menampilkan hierarki jika dua atau lebih konsep berada di bawah konsep yang lebih umum.
Macam-Macam Peta Konsep Kreatif
Peta konsep kreatif dibagi menjadi empat macam, yakni pohon jaringan, rantai kejadian, siklus, dan laba. Masing-masing jenis peta konsep memiliki keunikan dan tujuannya masing-masing.
- Pohon Jaringan
Pohon jaringan menampilkan konsep utama dalam kotak, kemudian konsep-konsep lain dihubungkan dengan garis dan kata penghubung. Cara ini dimulai dengan menuliskan topik utama, lalu mengelompokkan konsep dari umum ke khusus. Peta ini cocok untuk menggambarkan:
- Hubungan sebab-akibat
- Hierarki
- Prosedur bercabang
- Peta Konsep Rantai Kejadian
Jenis ini digunakan untuk menggambarkan urutan kejadian, tahapan proses, atau langkah dalam prosedur tertentu, misalnya pada percobaan. Peta rantai kejadian efektif untuk memvisualisasikan:
- Tahapan proses
- Langkah prosedur
- Urutan peristiwa.
- Peta Konsep Siklus
Peta konsep siklus menunjukkan rangkaian kejadian yang kembali ke tahap awal, membentuk proses berulang tanpa akhir. Jenis ini ideal untuk menjelaskan pola atau fenomena yang terjadi secara repetitif.
- Peta Konsep Laba-Laba
Peta ini sering digunakan dalam aktivitas brainstorming. Ide utama ditempatkan di tengah, kemudian berbagai ide lain yang masih bercampur dan belum terstruktur ditempatkan mengitari konsep utama. Setelah itu, ide-ide dikelompokkan sesuai keterkaitannya. Peta konsep laba-laba cocok untuk:
- proses non-hierarkis
- kategori-kategori yang tidak paralel,
- pengumpulan ide secara bebas.
BACA JUGA:
Cara Membuat Peta Konsep Kreatif
Untuk membuat peta konsep yang baik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Pilih bacaan atau materi dari buku pelajaran.
- Identifikasi konsep-konsep penting yang relevan.
- Urutkan konsep dari yang paling inklusif (umum) hingga yang paling spesifik.
- Susun konsep-konsep tersebut di atas kertas, dimulai dari konsep paling umum di bagian atas.
- Hubungkan konsep-konsep tersebut dengan kata penghubung untuk menunjukkan relasinya.
Cara ini membantu penyusunan peta konsep yang kreatif, sehingga siswa dapat menampilkan gambaran hubungan antar konsep secara runtut dan mudah dipahami.
Demikian informasi tentang peta konsep kreatif. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.